Showing posts with label cerita sedih cinta yang bikin menangis. Show all posts
Showing posts with label cerita sedih cinta yang bikin menangis. Show all posts

Cerpen Sedih..,,Selamat Tinggal Sahabatku



Pagi telah menampakkan sinarnya, menerangi ketiga sahabat yang sedang berkumpul di sebuah rumah kayu yang melayang. Angin semilir berhembus dengan lembut. Menerpa dedaunan pohon berukuran besar dan menari mengikuti arah angin.

Mereka selalu berkumpul dan bermain bersama di dalam rumah tersebut, bercanda, riang dan gembira. Menikmati keindahan bunga bunga yang berbaris dengan sangat rapinya dari atas pohon.
Ketiga sahabat itu bernama, "Karin, gloria, dan viora."
Sinar matahari mulai merambat di jendela rumah pohon yang mereka tempati dan mewarnai dinding dinding kayu dengan warna emasnya yang berkilau.
Rumah yang dibangun diatas pohon yang tetap berdiri dengan kokohnya itu, mereka namakan dengan sebutan, "Rumah pohon persahabatan."

Karin adalah sosok perempuan yang sangat bersemangat dalam hal pelajaran fisika, dia juga sangat suka bercanda dan ceria ketika ke dua sahabatnya itu sedih. Namun, sifat manja nya itu menjadi kelemahan yang belum bisa dia kuasai.
Gloria perempuan dengan sifat nya yang cerewet, dia suka bediam diri dan sangat suka mendegar musik dengan handphone yang selalu ia bawa, walau begitu dia sangat pintar dalam pelajaran sejarah, dan ingin menjadi ahli sejarah, juga handal dalam bernyanyi.
Dan yang tertakhir adalah, viora dia adalah perempuan berambut panjang yang sangat baik, suka menolong dan menasihati sahabatnya. Dia juga sangat pintar dalam pelajaran biologi dan metematika tak heran dia selalu mendapat peringkat pertama di Smp nya, nilai raport nya pun tidak pernah rendah hingga menjadi murid favorit di kelas.

Pagi itu, karin sedang bangun dengan wajah yang sangat lemas. Matanya yang masih berkunang kunang membuatnya enggan berdiri, namun mau tidak mau dia harus terbangun karena jam telah menunjukkan pukul 07.00, selain itu, ini juga adalah hari pertamanya memasuki ruang kelas delapan, dia pun berusaha bangun untuk mempersiapkan diri menuju sekolah.

"Driing... Dringg." Lonceng sekolah berbunyi dengan suara yang berisik.Membuat gloria yang sibuk mendengar lagu menjadi terganggu, suara lonceng itu bergema dengan keras hingga masuk ketelingannya.
Sedangkan, viora dengan senyuman khas nya yang begitu manis mulai mengambil buku buku nya di tas biru tua untuk memulai pelajaran. tapi, hal tidak enak dia rasakan tak tahu kenapa di sakit kepala. Tapi dia berusaha menahannya.Lalu saat sakit kepalanya perlahan baik. Entah kenapa viora terus menengok kiri dan kanan berusaha mencari sesuatu.
Gloria mengernyit, lalu memanggil viora yang duduk tepat berada di depannya."Viora, kamu kenapa?"
Viora berbalik, dan gloria menunggu jawaban viora kepadanya."Apa kau melihat karin? Dari tadi aku tidak melihatnya."
Gloria menggeleng. Tiba tiba saja, guru dengan rambut panjang berwarna hitam berkilau datang dengan elegan seperti ratu inggris yang sedang berjalan di atas karpet merah untuk menghadiri pertemuan penting.
"Selamat pagi anak-anak!" Ujar ibu nirna dengan suara lantang.
Ibu nirna berbalik ke arah meja dan tampak mencari cari sesuatu di tumpukan kertas yang di biarkan berantakan.Tiba tiba saja, pintu kelas terbuka secara perlahan hampir tidak menimbulkan suara, bayangan manusia mulai terlihat.

Dan saat di lihat, ternyata itu adalah karin. Karin yang kaget melihat guru, berjalan perlahan agar hentakan sepatunya yang besar tidak menimbulkan suara.
Viora tak kuasa menahan tawa, saat ekspresi karin yang begitu lucu di perlihatkan di depan kelas.
Viora dan gloria melihatnya berlari di antara barisan bangku coklat yang telah di tata dengan sangat rapi hingga karin dapat duduk di samping viora dengan lega.
Karin menghela napas." Huh, hampir saja." Sambil terengah engah.
Guru nirna akhirnya, menemukan spidol nya yang bersembunyi. Dan kembali menatap murid murid nya yang tampak tidak sabar ingin belajar. Semua murid perlahan membuka lembaran kertas putih di buku nya yang baru. Dan mencatat sederetan huruf hingga menjadi sebuah kalimat.
Barisan tulisan gloria yang rapi membuat guru nirna yang berjalan melihat kegiatan muridnya sangat suka dengan tulisan gloria.
Gloria terus menulis, tulisannya bagai tulisan ketikan komputer, sederetan angka pun di tulisnya dengan sangat rapi dan sangat hati hati.
Saat itu, mereka berkumpul di kantin untuk makan siang, mereka membawa bekal masing masing dan tentunya selalu tersedia nasi. Mereka membicarakan seputar pr yang akan mereka kerjakan di rumah pohon persahabatan nanti saat pulang sekolah.
Keramaian di dalam kantin membuat karin merasa terganggu apalagi suara bising yang di keluarkan anak anak nakal yang berteriak seenaknya di kantin.
Sedangkan, viora sibuk memakan daging yang di potong kecil kecil dan terlihat sangat enak. mereka saling berbagi, mulai dari daging, sayur, dan ikan dengan taburan saus yang dimiliki gloria.
Namun, viora langsung memegang dadanya, dia memperlihatkan raut wajah yang bergitu kesakitan. Dia seolah ingin menjerit, detak jantungnya seperti melemah dan sangat lambat. Bingung dengan hal itu, karin pun bertanya dengan muka keheranan dan sedikit khawatir.
"Viora, viora ada apa?" Tanya nya.Gloria bertatapan dengan karin, seolah ingin bertanya. "Kenapa dia?" Viora mengangkat tangannya lalu mengacungkan jempol tanda tidak apa apa.
Mereka pun melanjutkan makan dengan lahapnya tapi, tidak untuk viora.
Hingga pada waktunya pelajaran telah berakhir.
Mereka pun memutuskan untuk pergi kerumah karin tempat dimana rumah pohon persahabatan itu di buat atau lebih tepatnya halaman belakang rumahnya.
Rumbut rumput yang berwarna hijau dan bunga bunga yang bermekaran di pandang viora dengan rasa takjub.
Melihat betapa indahnya bunga buga itu membuka kelopaknya secara perlahan dan memamerkan keindahan putik dan benang sari yang mereka miliki, belum lagi, warna mereka yang bervariasi. Yah... Wajar kalau banyak bunga di halaman rumah karin itu di sebabkan karena ibu karin yang suka dengan bunga bahkan ibunya dapat menghafal lebih dari 100 nama bunga yang langka.
"Viora, ayo naik!" Tegur karin sambil memegang tangga yang terbuat dari papan papan kecil dan sebuah tali tebal yang kuat lalu dirangkai hingga terciptalah sebuah tangga sederhana tapi, bermanfaat.
Saat berada di atas mereka pun mengeluarkan buku fisika dan mengerjakan nya bersama sama.
Viora langsung mengeluarkan, sebuah keripik kentang yang bertugas untuk membuat tenggorokannya tidak kering dan membagi kepada sahabatnya. Tapi tiba tiba saja, sebuah darah menetes perlahan menyentuh tangannya.
"Astaga, viora hidung mu!" Ujar gloria.Viora terbelalak melihat darah di tangannya, dia lantas mengambil tisyu yang sudah disediakan di rumah pohon.
"Apa kau tidak apa apa?" Tanya gloria sekali lagi.
"Haha.. Tidak apa apa. Lagipula semua orang bisa mengalami hal ini kan?" Katanya dengan raut wajah yang masih ceria seolah tidak terjadi apa apa."Kau yakin?" Tanya karin. Viora menatap kedua sahabat nya lalu mengagguk pasti.
"Pppiiipp..." Suara klakson terdengar bising.
"Itu mungkin ayahku. Kurasa kita bisa melanjutkan nya besok. Dahh.." Ucap viora yang merampas tasnya dengan cepat dan turun dengan hati hati.
Saat, menaiki mobil. Ayah viora terkejut melihat anak nya.
"Ya, ampun sayang. Kamu mimisan?"
"A-apa," viora mengelus hidungnya.
"Kita harus kerumah sakit, segera!" Perintah ayah nya tegas. Sedangkan viora menunduk dan tidak berkata apa-apa.
Di perjalanan viora tak henti henti nya mengeluarkan darah lewat hidungnya, dia berusaha menghentikan darahnya dengan tisyu, tapi tiba tiba saja kedua hidung mengeluarkan darah terus menerus tanpa henti, sehingga membuat viora kesulitan bernafas hingga kehilangan kesadaran.
Ayah viora pucat pasih, tangannya gemetar dan menggas mobilnya dengan cepat. Ayah nya menangis dengan deras. Dia melihat anak nya pingsan di kursi mobil.
Hingga viora tidak dapat merasakan apapun, dia hanya dapat mendengar detak jantung nya yang perlahan melemah. Hujan jatuh dari langit biru da membasahi rumah pohon.
Entah kenapa perasaan gloria sangat tidak enak begitu pun dengan karin yang sangat cemas dengan viora.
Hujan semakin deras, karin melamun di depan jendela kamarnya, malihat banyak nya air yang turun dan membasahi bunga serta rumput ibunya.
Pagi telah tiba, gloria dan karin sedang menunggu viora untuk datang sekolah namun, sampai lonceng istirahat pun dia belum kunjung datang. Hingga mereka berdua memutuskan untuk datang ke rumah viora."Apa viora baik baik saja?" Tanya gloria.
"Aku juga tidak tahu, tapi kita akan tahu saat kita sudah sampai."
Rumah yang berdiri menjulang tinggi dengan warna krem dan pintu berwarna putih terang sedang dilihat gloria sambil mendongak.
Karin perlahan membuka pagar berwarna hitam mengkilap dan masuk ke halaman rumahnya yang sangat luas."Tok...tok...tok."
Pintu putih tersebut perlahan bergeser dan terlihat sebuah wanita dengan memakai sebuah celemek putih yang kotor. "Ada apa?" Tanya nya."Ehm... Kami ingin mencari viora, apa tante tahu?" Tanya karin dengan sopan.
"Oh, nyonya sedang berada di rumah sakit." Gloria yang mendengarnya terkejut, mendengar kalau viora ada dirumah sakit.
"Aku tahu di mana rumah sakitnya, hanya ada satu rumah sakit yang dekat di sekotar sini." Ujar karin dengan rasa yakin.
"Apa tante tahu dia di bangsal berapa?" Tanya gloria sekali lagi."Dia sekarang berada di ruang ICU!"
"ICU." Ulangnya.
"Oh, kalian tidak tahu. Nyonya viora pernah mengalami penyakit jantung selama kurang lebih 2 bulan." Kata wanita itu.
Mata gloria samakin berkaca kaca mendengarnya.Tanpa pikir panjang gloria mengajak karin untuk pergi ke rumah sakit menaiki mobil milik ayahnya, tentu saja karin mengangguk mantap.
Mereka berlari di sepanjang trotor jalan menuju rumah gloria dan cepat cepat pergi ke rumah sakit. Perasaan perasaan yang karin dan gloria alami mulai sangat tidak enak, bahkan mata mereka ikut prihatin dengan perasaan mereka sehingga menurunkan tetesan air mata yang mengalir dan membasahi pipi mereka.
Mobil mendadak berhenti. Saat ayah gloria berteriak."Kita sudah sampai."
Lamunan tentang hal hal yang pasti mereka pikirkan tiba tiba terbongkar saat ayah nya berteriak, mereka berlari secepat mungkin menuju ruang icu tanpa menghiraukan orang orang yang melihat mereka.
Gloria dan karin berpegangan tangan dengan sangat kuat. Saat mereka sudah melihat ayah dan ibu viora sedang menunggu di depan ruang icu.
"Gloria! Karin! Apa yang kalian lakukan?"
"Om, tante apakah viora baik baik saja?"
Mereka menunduk tak kuasa melihat viora terbaring lemah dengan banyak selang selang yang menancap di seluruh tubuhnya mulai dari dada, dan tangan. Serta tabung, dan alat bantu pernapasan semua di kerahkan demi menyelamatkan nyawa sahabat nya.
Tiba tiba, dokter membuka pintu dengan raut wajah yang membuat ayah dan ibunya menangis. Satu kalimat terdengar lembut namun menusuk hati.
"Saya, sudah mencoba semaksimal mungkin!"
"VIORAA!!"
Gloria menyambar dokter begitu juga dengan kedua orang tuannya, mereka mendapati viora terbaring dengan begitu lemahnya.
"Ayo, ayo bertahan. Jangan tinggalkan kami viora. Ayo bangunn!"
Jantung viora semakin melemah. Karin dan gloria bersama sama memegeang tangan viora yang sangat dingin dan pucat seperti mayat.
Mereka terkaget saat melihat viora menggerakkan jarinya.
"Kumohon, jangan pergi sahabat ku! Kumohon."
Dengungan komputer yang berfungsi merekam detak jantung, tiba tiba saja menunjukkan garis yang lancip dengan ukuran yang sangat kecil.
Dengungan itu membuat semua menjadi hening dan hampa.Viora berusaha mengatakan sesuatu, hal yang begitu pedis dan sangat tertusuk. Sambil tersenyum dia berkata.

"SELAMAT TINGGAL SAHABATKU!"

Cerpen -Dialah SAHABAT KU SATU-SATUNYA

Kata orang persahabatan tidak mengenala namanya perbedaan, waktu, jarak, harta ataupun suku. Apapun itu, sahabat akan tetap ada. Sahabat sejati tidak akan pergi walaupun dia telah disia-siakan bahkan tidak dianggap akan arti kehadiranyya dan juga perbuatannya. Yang ada dalam benak dari seorang sahabat adalah bisa selalu ada untuk orang-ornag yang ada didekatnya, entah orang tersebut mengaanggapnya hanya sebatas teman biasa atau orang yang berarti, yang terpenting baginya bisa membantu orang-orang yang ada didekatnya.


Dan inilah kisah persahabatnku. Aku adalah seorang gadis biasa,Aku dididik sejak kecil untuk bisa menghargai orang lain, dan menolong orang lain, diajarkan tentang kelapang dadaan dan diajarkan untuk meminta pamrih pada orang lain.


hhmmm,, Nama gue Azila biasa dipanggil Zilla

Tapi aku adalah seorang yang terbiasa menyendiri, aku tak terlalu suka keramaian, aku lebih suka duduk diberanda rumah, dan mengisi hari-hariku dengan menulis. Aku sangat suka menulis, apapun itu, aku suka menulis semua apa yang ada dalam pikiranku. Hingga suatu hari aku didatangi olehseseorang yang merubah duniaku.


“Hai,, Kamu Zilla kan??” Tanya orang itu kepadaku
“iya, kamu siapa?” tanyaku sambil menatap lekat orang itu, siapa tau aku mengenalnya
“kenalin, aku Iqbaal” orang itu mengulurkan tangannya
Aku kemudian membalas uluran tangan Iqbaal, ternyata dia adalah tetangga baruku. Aku tak tau dari mana dia tau namaku  .... mungkin saja dia sudah lama mengenalku. Hah.. apapun itu aku tak terlalu peduli.

Iqbaal sering mengusikku, diam-diam dia sering muncul dari belakangku, membaca setiap baris goresan penaku yang kutulis pada kertas-kertas putih buku diaryku. Setelah selesai aku menulis barulah dia mengagetkaknku, dengan mengulang kata-kata yang aku tulis dalam diary ku.
“aku gakk suka sama orang baru itu, dia usil dan sering menggangguku” kata Iqbaal mengagetkanku
“kamu..???????"


” kataku kaget bukan main, aku merasa gakk enak
“kamu kenapa sih gakk suka sama aku, ?” Tanya Iqbaal
“mbb soalnya kamu usil” bentakku kemudian
“mbb kamu itu cewek paling aneh yang pernah aku kenal” kata Iqbaal
“maksud llo ?? gua cewe gaknormal apa??? ” kataku sambil menatap nya
“wkwkw,,,, BUKAN,, Maksud aku, kamu tuh gak kaya cewek-cewek pada umumnya” kata Iqbaal
“aku makin gag ngerti” kataku
“iya, kamu tu kenapa sih suka banget menyendiri, kenapa kamu gak mencoba mencari teman??” Tanya Iqbaal
“aku lebih suka sendiri” jawabku singkat
“kenapa, padahal aku lihat kamu itu orangnya suka menolong, tapi kenapa kamu gak punya teman” Tanya Iqbaal

Aku hanya diam, tak menjawab, hanya menunduk. Iqbaal tau kalau perkataanya sedikit menyinggungku,
“maaf ya, aku tuh gak ingin apa-apa, aku Cuma pengen kamu bisa bangkit” kata Iqbaal,, lalu dia pergi  meninggalkan ku sendiri.
Aku kemudian hanya duduk termenung, mungkin benar kata Iqbaal,,,, bagaimana aku bisa mendapatkan teman kalau aku hanya berdiam diri.?? :/

Hari berganti hari kulalui serasa aku sudah menemukan ARTI SAHABAT dalam hidupku,,, yaitu Iqbaal :-)


Dan akhirnya Iqbaal lah adalah sahabat petama yang aku punya, dia selalu ada buatku bahagia :) , dia selalu menghiburku, kini duniaku menjadi berubah. Aku pun juga selalu ada untuk Iqbaal,, "Bgiku  Iqbaal sangat penting, karena dia telah merubah warna hidupku. Dulu aku yang hanya seorang yang pendiam,,makasih Iqbaal kamu udah jadi  sahabat ku,, Aku gak tau seandainya aku gak pernah mengenal kamu , mungkin aku hanya berteman dengan pena dan diary aku,,," Zilla menulis di diary nya

Tbtb ,, ada suara tangisan dari belakang,, "aku seperti nya mengenal suara itu" Batin ku
"Zill, Gue akan jadi SAHABAT LO,,, GUE JANJI GUA GAK AKAN PERNAH NYIAIN LOH!!!!!! :-))
“iya,, pokonya kita harus jadi sahabat selamanya”
“iya, apapun yang terjadi”
Dan tak terasa kami sudah 5 tahunbersahabat, dan kini kami sama-sama SMA, awal-awal SMA kami masih sering bertemu, tapi stelah beberapa bulan SMA, kami jarang bertemu dan jarang berkomunikasi. Aku mencoba mengirim pesan pada Iqbaal, tapi tidak ada balasan. Aku merasa ada yang berubah darinya. Aku tak tau apa penyebabnya, semua pesan yang kukirim lewat sms, tak ada satupun yang dibalas.

Aku merasa ada yang kurang setelah perubahan Iqbaalkepadaku, kini tak ada lagi pesan-pesan dari Iqbaal yang kuterima. Apa benar Iqbaal telah melupakakanku,?? karena dia telah mendapat teman baru, seingatku Iqbaal itu gak pernah ingkar janji,,

Waktu hari minggu aku memutuskan untuk pergi kedanau, biasanya aku dan Iqbaal sering bermain disana. Pada saat itu aku melihat Iqbaal, tapi tak sendiri, dia bersama dengan seorang pria, aku mencoba mendekati mereka, tapi langkahku kemudian terhenti,
“gimanaa Iqbaal, apa kamu udah berhasil menjauhi Azila??” Tanya orang itu
“iya, aku udah buat dia benci sama gue juga, sekarang lo udah puaskan” kata Iqbaal
“bagus Iqbaal, kerja bagus, ini uang buat lo” orang itu memberikan uang pada Iqbaal

Aku tak mengerti apa maksud dari semua itu lalu orang itu berkata
“itu uang buat lo, dari kerja keras lo, sesuai dengan perjanjian, lo itu emang the best”

Aku tak tahan lalu aku menghampiri mereka
“IQBAAL, apa maksudnya semua ini?? jadi kamu selama ini baik sama aku,dan berpura-pura jadi sahabat aku karena uang” aku berkata sambil berlinang air mata

Iqbaal  hanya diam, lalu orang itu yang menjelaskan
“iya, betu sekali, dan Iqbaal udah berhasil melakukannya, 5 tahun yang lalu, saya dan Iqbaal membuat perjanjian dan taruhan jika Iqbaal berhasil buat kamu mau bersahabat dengan dia maka dia akAn mendapat uang”
“aku gak nyangka ya, ternyata kamu begini, dulu kamu yang bilang, bahwa sahabat itu lebih berharga dari apapun, tapi kenapa kamu justru melakukan ini sama aku” kataku sambil menangis

Aku benar-benar kecewa dan sedih, orang yang kuanggap sahabatku ternyata gak lebih dari seorang yang tak punya perasaan, dia menukar arti persahabatan ini dengan uang.
“maafin aku Zill,,, sebenarnya aku juga gak mau ngelakuin ini aku terpaksa” kata Iqbaal
“sebenarnya aku punya salah apa sih sama kamu??? sampe kamu tega kayak gini” kataku
“aku bener-bener minta maaf  Zill,, aku pada saat itu emang lagi butuh uang” kata Iqbaal
“lalu kenapa harus aku yang menjadi bahan taruhanya, lalu apa arti persahabatan kita selama ini”
“karena kamu itu orangnya super pendiam, dan susah buat diajak ngomong, makanya kamu jadiin bahan taruhan” kata teman Iqbaal tadi

"Ohh jadi kependiaman aku ini LOH BERDUA MANFAATIN BUAT UANG??' Bentakku,,


“aku sebenarnya juga mengaggapmu sahabat terbaik ku Zill, aku dua bulan ini menjauhi kamu, karena aku gag mau kamu tahu soal taruhan ini, aku gag mau menghianati persahabatan kita, gue moon maafin gue Zill” kata Iqbaal
“udah lah ya, kamu gag perlu minta maaf, makasih buat semuanya”kataku SINGKAT

Aku pulang dengan berlinangan air mata, aku gag nyangka, ternyata sekarang persahabatan bisa ditukar dengan uang, padahal aku telah benar-benar menganggap Iqbaal teman baikku. Aku pandangi gelas persahabatan kami. 5 tahun yang sangat berarti buatku, ternyata tak berarti apa-apa buat Iqbaal. Aku menagis dalam kamarku, rasa ini bahkan lebih sakit dari rasa putus dari pacar. Terdengar suara pintu kamarku diketuk-ketuk
“Zill,, gue mohon keluar dari kamar, gue mau ngomong sama lo” suara Iqbaal diluar. Aku tak menghiraukannya, rasa sakit hati ku sudah lah amat kuat tertancap dalam hatiku.
“gue tau gue salah, tapi gue terpaksa Zill, pada saat itu gue ada hutang sama orang tadi, karena buat berobat ibu gue, jadi gue terpaksa terima taruhannya “ kata Iqbaal
“tapi kenapa harus gue sih ya, kenapa?” Teriakku
“itu karena pilihan dia, aku juga gak ada maksudZill, gue akan melakukan apa ja Zill biar lo mau maafin gue” kata Iqbaal
“pergi dan jangan pernah temui aku lagi, dan jangan muncul didepan ku lagi, aku nyesel kenal kamu” teriaku.
“baik, kalau itu buat kamu maafin gue, gue akan pergi, jaga diri kamu baik-baik sih”Katanya pelan

Setellah itu,Iqbaal,,pergi... dalam hatiku sebenarnya tak rela, tapi aku juga sngat benci diperlakukan seperti ini. 3 hari setelah hari itu, aku kemudian mendengar Iqbaal  meninggal karena kecelakaan motor, aku begitu kaget. Dan aku datangi keluarganya, biar bagaimanapun, Iqbaal pernah menjadi sahabatku. Aku menghadiri pemakamannya, aku tak kuasa menahan air mataku, melihat jenasah sahabatku itu, menghilang, ditelan bumi. Tenyata Iqbaal benar-benar tak akan muncul lagi dihadapanku selamanya.
“nak, apa kamu yang namanya Azila???” ibu Iqbaal mendekatiku
“iya benar bu" kataku, sambil menghapus air mataku.

Ibu tua itu lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya, sebuah amplop putih dia ulurkan kepada ku
“saat masih dirawat dirumah sakit,Iqbaal menuliskan surat ini untukmu, padahal pada saat itu, dia sangat kesusahan untuk memegang pena saja,tapi dia bersikeras” kata ibunya aria, lau pergi
Saat dirumah, aku buka surat itu, tanganku gemetar dan air mataku mengalir dipipiku

Untuk sahabatku asih
Aku benar-benar minta maaf, aku sebenarnya gaK pernah ada maksud untuk membohongimu, aku terpaksa melakukan ini, karena butuh uang itu untuk berobat ibuku.
Mungkin saat kamu baca surat ini, aku telah berada disisi Tuhan, aku telah damai berada disampingnya, tapi Tuhan mungkin juga tak akan menerimaku, sebelum kamu memaafkan aku. Di tempat peristirahatKu yang terakhir mungkin Iqbaal hanya bisamenatapmu. Zill kamu adalah sahabat terbaik yang pernah ku miliki, lewat kamu aku telah mengenal arti persahabatan sesungguhnya. Aku benar benar minta maaf jika udah buat kamu kecewa dan sakit hati
Dan sekarang Aku juga telah memenuhi permintaanmu, untuk tidak muncul selamanya dihadapanmu, dan saat kamu membaca ini, mungkin aku telah tak ada lagi di dunia. Aku merasa waktu ku semakin dekat.
Jadi aku mohon Zil,,maafin aku. Aku ingin melihat senyummu yang tulus untuk memaafkan aku ketika aku disana nanti. Aku SAYANG kamu sahabatku. Pesanku, carilah terus teman dan sahabat, jangan berhenti, Tuhan pasti tak akan membiarkan gadis sebaik kamu sendiri.
Dari seseoran yang pernah menjadi sahabatmu dan selalu ingin menjadi sahabatmu
Iqbaal
Aku tak kuasa menahan air mataku, tak ada kata-kata yang bisa aku keluarkan. Hanya suara isak tangis. Ternyata aku salah, Iqbaal melakukan ini demi ibunya. Dan kini aku telah kehilangan seorang yang penting dalam hidupku, aku telah kehilangan sahabatku untuk selamanya. Kini semua tentang aku dan dia hanya tinggal kenangan, gelas tanda persahabatan kami, aku peluk erat-erat bersama dengan surat terakhir Iqbaal. Aku gag nyangka Iqbaal akan pergi secepat ini. Dan kini aku hanya bisa mendoakannya semoga Tuhan menempatkan Iqbaal pada tempat yang indah dan aku akan selalu memaafkannya sahabat terbaiku.

Kisah Cinta Mengharukan Agnes Yang Mengharukan dan terpukul

Hubungan Agnes dengan Adrian sudah berjalan hampir lima tahun. Selama ini hubungan mereka berjalan sangat harmonis. Agnes mengenal betul watak Adrian yang begitu penyayang, tulus dalam mencintainya, dan baik dalam tutur katanya. Itu yang membuat Agnes sangat mencintai Adrian. Adrian berjanji "Agnes, aku tidak akan bisa hidup tanpamu, semua akan ku berikan asal kau bahagia sekalipun itu nyawa."

Namun setelah perjalanan panjang cerita cinta Agnes dan Adrian, akhirnya Agnes mengalami kejenuhan dengan ketulusan cinta adrian. "Adrian yang hanya seorang buruh tak akan mungkin bisa membahagiakan aku jika menikah nanti, tak cukup dengan ketulusan cinta saja" bisik Agnes dalam hatinya. Ini yang membuat Agnes ingin meninggalkan adrian yaitu "Materi" Selama berhubungan dengan Adrian, Agnes memang selalu mendapatkan semua ketulusan cinta dari Adrian. tapi hanya materi yang Agnes tidak pernah dapatkan dari Adrian selama ini.

Pada suatu hari Agnes berkenalan dengan seorang pria bernama Reno. Reno seorang eksekutif muda yang terbilang sukses, ini yang membuat Agnes tidak menolak saat Lina memperkenalkan dirinya pada Reno.

***

Setelah memutuskan hubungan dengan Adrian Satu bulan setelah perkenalan itu Agnes dan Reno pun akhirnya menjalin cinta. Agnes terlihat bahagia menjalin cinta dengan Reno. Reno sangat memanjakan Agnes dengan membelikan apapun yang Agnes inginkan. inilah yang Agnes inginkan yang tidak pernah ia dapatkan dari Adrian.

Akhirnya mereka pun menikah. Awalnya Agnes sangat bahagia dengan pernikahan dan kehidupannya yang bergelimangan harta. Tetapi keadaan berubah ketika sikap Reno yang sudah mulai kasar, tak ada lagi kelembutan pada sikap Reno seperti saat berpacaran. Sikap Reno yang tempramental membuat tangannya mudah memukuli Agnes.

Ketika itu datang seorang wanita yang mengaku mantan istri Reno. ia datang untuk meminta tanggung jawab Reno untuk membiayai anaknya yang sudah beranjak dewasa. Agnes pun terlihat shock atas kenyataan ini, apalagi ketika Diana mantan istri Reno menceritakan semua prilaku Reno sebenarnya.

Tak pikir lama setelah mendengar semua kebenaran dari Diana, Agnes pun akhirnya meningalkan rumah Reno. tapi niat Agnes untuk pergi dari rumah diketahui Reno. Reno mengejar Agnes agar tidak pergi dari rumah. Namun Agnes tetap berlari sekuat tenaganya hingga suatu kejadian naas menimpa dirinya, sebuah buah mobil mini bus menabrak tubuh Agnes. peristiwa kecelakaan itu membuat ginjal rusak dan penglihatan Agnes menghilang.

setelah kejadian Reno meninggalkan Agnes. Agnes menjalani hidupnya sendiri dengan ditemani sebuah tongkat yang membantunya menentukan arah berjalan. entah berapa lama ia akan bertahan dengan penyakitnya yang hanya memiliki satu ginjal dan kebutaan. dalam tangisan kelelahannya tanpa sadar Agnes pun tertidur.

***

Begitu terkejutnya Agnes ketika terbangun ternyata ia mampu melihat, Agnes mengusap-usap matanya tanda tak percaya apa yang terjadi. ia pun melihat sekelilingnya dan merasa aneh, karna ia sudah ada dirumah sakit. ketika suster datang. Agnes pun menanyakan apa yang terjadi "Sus, kenapa saya ada dirumah sakit, siapa yang mengantar saya?" tanya Agnes. "Ini mbak, ada surat dari sesorang yang mengantarkan mbak kesini." jawab suster. Tanpa pikir panjang Agnes pun meraih kertas itu dan langsung membacanya dengan seksama.

"Apa kabar Agnes? semoga kamu baik-baik saja. Selama ini walaupun aku jauh dari kamu. Aku tetap memperhatikan kamu dari jauh, bahkan pernikahan kamu yang membuat aku terpuruk juga masih aku ingat. kalau kamu masih ingat gak, ketika kita naik motor berdua kamu selalu tertidur, ketika kita ingin nonton bioskop yang akhirnya tidak jadi gara-gara harga tiketnya mahal, dan ketika kamu mendorong motorku saat motorku kehabisan bensin? kenangan manis itu yang membuat aku kuat untuk menjalani hidup ini meski tanpamu.

Agnes, aku banyak mendengar tentang dirimu dari Lina, bahwa kehidupan sangat penuh dengan air mata. Setiap Mendengar semua penderitaan mu aku selalu menangis. Untuk itu aku datang untuk memenuhi janjiku Agnes. semoga dengan keadaan yang sekarang kamu bisa bahagia. Adrian :)"

tak terasa Agnes mengeluarkan air mata, dadanya terasa sesak, keinginannya bertemu Adrian pun tidak tertahan lagi. "Sus, kemana sekarang Adrian suster?" Agnes dengan suara tangis yang tertahan dan suaranya yang serak. suster hanya terdiam. baru setelah Agnes mengulang pertanyaan itu beberapa kali, suster itu menjawab "Sdr Adrian.. Adrian sudah meninggal saat operasi, untuk mendonorkan ginjalnya buat mbak Agnes, hanya surat itu yang terakhir yang diberikan oleh Sdr Adrian." jawab suster dengan terbata-bata.

Agnes pun tidak bisa berkata apa-apa. ia hanya menangis sambil memeluk erat surat dari Adrian. Agnes menangis histeris dengan menyebut nama Adrian.

Harta memang bisa membeli apa-apa tapi cinta tak dapat dibeli harta. sekian
Baca juga Kisah cinta selanjutnya Selamat jalan, maaf

ISTRI SAYA SELINGKUH LEWAT SMS DENGAN MANTAN PACARNYA, MESKI SUDAH DILARANG TETAP SAJA DIA SMSAN..


saya dan istri pertama kali ketemu dibali, saat itu saya datang dari china dan dia datang dari surabaya. kami kenal lewat facebook setahun sebelumnya. singkat cerita kami langsung kamar disalah satu hotel sebelum bercinta dia memebritahuku kalau dia sudah tidak perawan lagi direnggut oleh mantannya, sayapun mengakui kalau saya bukan laki2 suci dan saya katakan ke dia kalau saya akan menikahinya.


4 bulan kemudian saya menikahinya(sekarang kami sudah dikarunia putri cantik hampir 2 tahun), sejak awal kita berkomitment untuk tidak berhubungan dengan mantan lagi dengan cara apapun, seiring dgn jalannya waktu dia mengingkari itu dan kami mulai bertengkar dan setelah itu damai lagi nomor hp istri saya diganti sekalian hpnya (pecah karena saya banting)..TIDAK SAMAPAI DISITU..istri saya mengulanginya lagi...tepatnya awal bulan september 2014 lalu, saat itu saya lagi ada persoalan dengan pekerjaan saya dan saya memutuskan untuk resign dari tempat kerja..saya curhat dengan istri saya masalah yang saya hadapi, diapun menhibur saya dan memberi saya semangat. tanpa ada curiga dan prasangka apapun tentang tingkah istri saya karena dia selalu melayani kebutuhan saya (jasmani dan rohani) dengan baik.


sore itu kepala saya penat sekali tapi saya tidak mau membuat istri dan anak saya merasakan kepnatan saya lalu saya ajak mereka jalan2. sepulang jalan2 malam itu kami nyantai diruang tamu sambil nonton tv, saya duduk disamping istri saya dan istri saya pangku anak saya, saya lihat hp istri saya menyala dibali celananya dan dia tidak menyadarinya(silent mode) saya lihat hapnya agak mau jatuh lalu saya tarik pelan2, menyadari saya mau ngambil hpnya dia langsung meronta dan berusaha merebut hpnya dari tangan saya..biar gak ribut saya biarkan dia mengambilnya, lalau saya tanya "KENAP KAMU PANIK SEPERTI ITU? MEMANG ITU SMS DARI SIAPA? JAWABNYA" SMS DARI TEMAN PEREMPUANNYA DARI JAYA PURA MASALAH TICKET(dia jawab sambil menghapus sms masuk dan terkirim dari hpnya)..lalu KENAPA HARUS DISEMBUNYIKAN DARI SAYA?? dia tidak jawab.!! saya masih penasaran, lalu tanpa dia sadari saya merebut hp dari tangannya, dia kembali berusaha merebut hp dari tangan saya..tapi usahanya sia2, dalam waktu bersamaan ada sms masuk yang isinya "Bunda saya kangen dan ingin bercinta dengan bunda..!!" saya langsung lemes dan tgidak bisa berkata apa!! di sms terkirim saya lihat dia memanggil mantanya ayah..hati saya seperti dibelah pisau..kalau bukan karena anakku saat itu mungkin saya sudah membunuhnya…!!!di sms keluar saya melihat dia memanggil laki2 itu ayah!!!

ketika saya tanya kenapa dia melakukan itu dia jawab karena dia cari teman curhat..CURHAT APA(tanya saya) curhat mengenai kondisi keluarga kami yang sering ribut, KENAPA HARUS DENGAN MANTANMU??(tanya saya lagi) jawabnya" KARENA HANYA DIA YANG SAYA KENAL BAIK DAN SAYA MERASA NYAMAN DENGAN DIA KATANYA..!!!


teman2, hati saya sakit sampai sekarang, saya dengan istri saya memang udah baikan karena saya pikir putri cantik kami dan saya tidak mau merebut kebahagiaanya.


MASALAH BERUKUTNYA: sejak saat itu istri saya tidak pernah menunjukan rasa bersalah, malah seperti anjing beranak, sediki2 maarah dan malah MAKI2 SAYA DIDEPAN ANAK SAYA..kembali lagi saya mencoba bertahan karena tidak mau anak saya jadi korban.


pada suatu pagi dia memuaskan(bercinta) saya dengan cara yang tidak biasa, saya baru bangun jam 6.30 pagi dia langsung oral saya sampai keluar dan dia melakukannya dengan agresif dan tidak pernah dia melakukan ini sebelumnya. karena persaanku tidak enak sehari setelahnya saya coba sadap dia dengan menaruh iphoneku tapi recordenyta saya "on" kan. setelah saya pulang saya coba dengarkan hasil rekamannya..semuanya terekam, saya berangkat kerja jam 8.30 pagi dari rekaman itu saya dengar saat anak saya sudah tidur sekitar hampir jam 11 pagi..saya dengar suara desahan, dan desahan istri saya sangat familiar di telinga saya..saya mencoba menyimaknya dengan baik apakah suar itu ada disaat anak saya belum tidur ternyata tidak ada, saya coba dengarkan dengan seksama lagi, disamping desahan saya juga dengar suara yang tidak asaing saat kita bercinta yaitu suara hentakan yg sangat intens..suara aneh itu saya dengar sekitar 20 menitan setelah itu sudah tidak ada lagi dan sampai anak saya bangun jam 1.30 siang istri saya tidak melakukan apapun..selain suara tadi saya tidak mendengar suara apa2(suara bicara). ketika saya mencoba mengoreksi, istri saya langsung bersumpah atas nama tuhan dan atas nama orang tuanya..SAMPAI SAAT INI MASIH MISTERI..!!


TEMAN2 tolong bantu saya, apa yang harus saya lakukan, apakah istri saya bercinta lagi dengan mantannya??? saya bingung dan tidak mengerti...kenapa istri saya sampai begini..?? terus terang segala kebutuhan istri saya saya penuhi..dari ujung kakai sampai ujung sampai rambut, perhiasan emas, HP tercanggih dan apapun itu saya kasih..Puji Tuhan keluarga kecil kami tercukupi..tapi kenapa dia melakukan ini semua..?? apakah salah kalau saya mengkritik istri atau menasehati istri untuk urusan rumah tangga?? apakah itu sebuah masalah besar?? teman tolong bantu saya..saya bingung...Saya tidak mau merenggut kebahagiaan puti cantik kami yang masih senang-senangnya..


Salam

Lalong      

Cerita Sedih Kisah Suami Istri Yang Memilukan

Ada seorang istri memberikan tantangan kepada suaminya untuk hidup tanpa dirinya. Dia minta kepada suaminya untuk tidak ada komunikasi sama sekali diantara mereka selama sehari..

Si istri berkata kepada suaminya itu, “Bila kamu bisa melewati itu, aku akan mencintaimu selamanya”.

Dan… sang suami pun setuju…. Dia tidak sms /telpon istrinya seharian..

Tanpa dia ketahui bahwa istrinya hanya memiliki 24 jam untuk hidup, karena dia terkena kanker..

Keesokan harinya sang suami itu pulang kerumah. Air matanya pun tiba2 menetes melihat istrinya sudah terbaring dengan surat di tangan yang bertuliskan

“Kamu Berhasil Sayang,bisakah kamu lakukan itu setiap hari.?? ” I LOVE YOU..

“Don’t Ever lost contact with someone you love, you’ll never know what’s gonna happen the next day, or the day after that..

Even a single “hi” or a “good morning” Before you know that someone is no longer there….

***


Jangan Cintai Seseorang,Setinggi Langit Karena Langit Bisa Runtuh..

Jangan Cintai Seseorang Sedalam Lautan Karena Lautan Bisa Surut..

Jangan Cintai Seseorang Sebesar Dunia Karena Dunia Bisa Hancur

Cukup Cintai Seseorang Seujung Kuku, Walau Kecil, dan Selalu Dipotong, Ia Akan Selalu Tumbuh…

Subhanallah

Semoga yang membacanya.. mendapatkan kebahagiaan suami istri yang sakinah, mawaddah, warahmah,  mempunyai keturunan yang sholeh dan sholehah…

Di dunia sejahtera dengan harta yang berlimpah, di akhirat masuk surga firdaus tanpa hisab.

Aamiin

kisah nyata tentang cinta islami yang sangat terharu dan bikin sedih sekali

kisah nyata tentang cinta islami yang sangat terharu dan bikin sedih sekali

-Kisah Seorang akhwat menceritakan kenangan masa lalunya yang tak terlupakan-

Haruskah Pernikahan Didasari Rasa Cinta?
kisah cinta
“Namaku Mariani, orang-orang biasa memangilku Aryani. Ini adalah kisah perjalanan hidupku yang hingga hari ini masih belum lengkang dalam benakku. Sebuah kisah yang nyaris membuatku menyesal seumur hidup bila aku sendiri saat itu tidak berani mengambil sikap. Yah, sebuah perjalanan kisah yang sungguh aku sendiri takjub dibuatnya, sebab aku sendiri menyangka bahwa di dunia ini mungkin tak ada lagi orang seperti dia.

Tahun 2007 silam, aku dipaksa orang tuaku menikah dengan seorang pria, Kak Arfan namanya. Kak Arfan adalah seorang lelaki yang tinggal sekampung denganku, tapi dia seleting dengan kakakku saat sekolah dulu. Usia kami terpaut 4 Tahun. Yang aku tahu bahwa sejak kecilnya Kak Arfan adalah anak yang taat kepada orang tuanya dan juga rajin ibadah. Tabiatnya yang seperti itu terbawa-bawa sampai ia dewasa. Aku merasa risih sendiri dengan Kak Arfan apabila berpapasan dijalan, sebab sopan santunya sepertinya terlalu berlebihan pada orang-orang. Geli aku menyaksikannya,yah, kampungan banget gelagatnya…,

Setiap ada acara-acara ramai di kampung pun Kak Arfan tak pernah kelihatan bergabung sama teman-teman seusianya. Yaah, pasti kalau dicek ke rumahnya pun gak ada, orang tuanya pasti menjawab “Kak Arfan di mesjid nak, menghadiri taklim”. Dan memang mudah sekali mencari Kak Arfan, sejak lulus dari Pesantren Al-Khairat Kota Gorontalo.

Kak Arfan sering menghabiskan waktunya membantu orang tuanya jualan, kadang terlihat bersama bapaknya di kebun atau di sawah. Meskipun kadang sebagian teman sebayanya menyayangkan potensi dan kelebihan-kelebihannya yang tidak tersalurkan. Secara fisik memang Kak Arfan hampir tidak sepadan dengan ukuran ekonomi keluarganya yang pas-pasan. Sebab kadang gadis-gadis kampung suka menggodanya kalau Kak Arfan dalam keadaan rapi menghadiri acara-acara di desa.

Tapi bagiku sendiri, itu adalah hal yang biasa-biasa saja, sebab aku sendiri merasa bahwa sosok Kak Arfan adalah sosok yang tidak istimewa. Apa istimewanya menghadiri taklim, kuper dan kampunga banget. Kadang hatiku sendiri bertanya, koq bisa yah, ada orang yang sekolah di kota namun begitu kembali tak ada sedikitpun ciri-ciri kekotaan melekat pada dirinya, HP gak ada. Selain bantu orang tua, pasti kerjanya ngaji, sholat, taklim dan kembali ke kerja lagi. Seolah riang lingkup hidupnya hanya monoton pada itu-itu saja, ke biosokop kek, ngumpul bareng teman-teman kek stiap malam minggunya di pertigaan kampung yang ramainya luar biasa setiap malam minggu dan malam kamisnya. Apalagi setiap malam kamis dan malam minggunya ada acara curhat kisah yang TOP banget disebuah station Radio Swasta digotontalo, kalau tidak salah ingat nama acaranya Suara Hati dan nama penyiarnya juga Satrio Herlambang.

Waktu terus bergulir dan seperti gadis-gadis modern pada umumnya yang tidak lepas dengan kata Pacaran, akupun demikian. Aku sendiri memiliki kekasih yang begitu sangat aku cintai, namanya Boby. Masa-masa indah kulewati bersama Boby. Indah kurasakan dunia remajaku saat itu. Kedua orang tua Boby sangat menyayangi aku dan sepertinya memiliki sinyal-sinyal restunya atas hubungan kami. Hingga musibah itu tiba, aku dilamar oleh seorang pria yang sudah sangat aku kenal. Yah siapa lagi kalau bukan si kuper Kak Arfan lewat pamanku. Orang tuanya Kak Arfan melamarku untuk anaknya yang kampungan itu.

Mendengar penuturan mama saat memberitahu padaku tentang lamaran itu, kurasakan dunia ini gelap, kepalaku pening…, aku berteriak sekencang-kencangnya menolak permintaan lamaran itu dengan tegas dan terbelit-belit aku sampaikan langsung pada kedua orang tuaku bahwa aku menolak lamaran keluarganya Kak Arfan. dan dengan terang-terangan pula aku sampaikan pula bahwa aku memiliki kekasih pujaan hatiku, Boby.

Mendengar semua itu ibuku shock dan jatuh tersungkur kelantai. Akupun tak menduga kalau sikapku yang egois itu akan membuat mama shock. Baru kutahu bahwa yang menyebabkan mama shok itu karena beliau sudah menerima secara resmi lamaran dari orang tuanya Kak Arfan. Hatiku sedih saat itu, kurasakan dunia begitu kelabu. Aku seperti menelan buah simalakama, seperti orang yang paranoid, tidak tahu harus ikut kata orang tua atau lari bersama kekasih hatiku Boby.

Hatiku sedih saat itu. Dengan berat hati dan penuh kesedihan aku menerima lamaran Kak Arfan untuk menjadi istrinya dan kujadikan malam terakhir perjumapaanku dengan Boby di rumahku untuk meluapkan kesedihanku. Meskipun kami saling mencintai, tapi mau tidak mau Boby harus merelakan aku menikah dengan Kak Arfan. Karena dia sendiri mengakui bahwa dia belum siap membina rumah tangga saat itu.

Tanggal 11 Agustus 2007 akhirnya pernikahanku pun digelar. Aku merasa bahwa pernikahan itu begitu menyesakkan dadaku. Air mataku tumpah di malam resepsi pernikahan itu. Di tengah senyuman orang-orang yang hadir pada acara itu, mungkin akulah yang paling tersiksa. Karena harus melepaskan masa remajaku dan menikah dengan lelaki yang tidak pernah kucintai. Dan yang paling membuatku tak bias menahan air mataku, mantan kekasihku boby hadir juga pada resepsi pernikahan tersebut. Ya Allah mengapa semua ini harus terjadi padaku ya Allah… mengapa aku yang harus jadi korban dari semua ini?

Waktu terus berputar dan malam pun semakin merayap. Hingga usailah acara
resepsi pernikahan kami. Satu per satu para undangan pamit pulang hingga sepi lah rumah kami. Saat masuk ke dalam kamar, aku tidak mendapati suamiku Kak Arfan di dalamnya. Dan sebagai seorang istri yang hanya terpaksa menikah dengannya, maka aku pun membiarkannya dan langsung membaringkan tubuhku setalah sebelumnya menghapus make-up pengantinku dan melepaskan gaun pengantinku. Aku bahkan tak perduli kemana suamiku saat itu. Karena rasa capek dan diserang kantuk, aku pun akhirnya tertidur.

Tiba-tiba di sepertiga malam, aku tersentak tatkala melihat ada sosok hitam yang berdiri disamping ranjang tidurku. Dadaku berdegup kencang. Aku hampir saja berteriak histeris, andai saja saat itu tak kudengar serua takbir terucap lirih dari sosok yang berdiri itu. Perlahan kuperhatikan dengan seksama, ternyata sosok yang berdiri di sampingku itu adalah Kak Arfan suamiku yang sedang sholat tahajud. Perlahan aku baringkan tubuhku sambil membalikkan diriku membelakanginya yang saat itu sedang sholat tahajud. Ya Allah aku lupa bahwa sekarang aku telah menjadi istrinya Kak Arfan. Tapi meskipun demikian, aku masih tak bisa menerima kehadirannya dalam hidupku. Saat itu karena masih dibawah perasan ngantuk, aku pun kembali teridur. Hingga pukul 04.00 dini hari, kudapati suamiku sedang tidur beralaskan sajadah dibawah ranjang pengantin kami.

Dadaku kembali berdetak kencang kala mendapatinya. Aku masih belum percaya kalau aku telah bersuami. Tapi ada sebuah pertanyaaan terbetik dalam benakku. Mengapa dia tidak tidur di ranjang bersamaku. Kalaupun dia belum ingin menyentuhku, paling gak dia tidur seranjang denganku itukan logikanya. Ada apa ini? ujarku perlahan dalam hati. Aku sendiri merasa bahwa mungkin malam itu Kak Arfan kecapekan sama sepertiku sehingga dia tidak mendatangiku dan menunaikan kewajibannya sebagai seorang suami. Tapi apa peduliku dengan itu semua, toh akupun tidak menginginkannya, gumamku dalam hati.

Hari-hari terus berlalu. Kami pun mejalani aktifitas kami masing-masing, Kak
Arfan bekerja mencari rezeki dengan pekerjaannya. Sedangkan aku di rumah berusaha semaksimal mungkin untuk memahami bahwa aku telah bersuami dan memiliki kewajiban melayani suamiku. Yah minimal menyediakan makanannya, meskipun kenangan-kenangan bersama Boby belum hilang dari benakku, aku bahkan masih merindukannya.

Semula kufikir bahwa prilaku Kak Arfan yang tidak pernah menyentuhku dan menunaikan kewajibannya sebagai suami itu hanya terjadi malam pernikahan kami. Tapi ternyata yang terjadi hampir setiap malam sejak malam pengantin itu, Kak Arfan selalu tidur beralaskan permadani di bawah ranjang atau tidur di atas sofa dalam kamar kami. Dia tidak pernah menyentuhku walau hanya menjabat tanganku. Jujur segala kebutuhanku selalu dipenuhinya. Secara lahir dia selalu mafkahiku, bahkan nafkah lahir yang dia berikan lebih dari apa yang aku butuhan. Tapi soal biologis, Kak Arfan tak pernah sama sekali mengungkit- ungukitnya atau menuntutnya dariku. Bahkan yang tidak pernah kufahami, pernah secara tidak sengaja kami bertabrakan di depan pintu kamar, Kak Arfan meminta maaf seolah merasa bersalah karena telah menyetuhku.

Ada apa dengan Kak Arfan? Apakah dia lelaki normal? kenapa dia begitu dingin padaku? apakah aku kurang di matanya? atau? pendengar, jujur merasakan semua itu, membuat banyak pertanyaan berkecamuk dalam benakku. Ada apa dengan suamiku? bukankah dia adalah pria yang beragama dan tahu bahwa menafkahi istri itu secara lahir dan batin adalah kewajibannya? ada apa dengannya? padahal setiap hari dia mengisi acara-acara keagamaan di mesjid. Dia begitu santun pada orang-orang dan begitu patuh kepada kedua orangtuanya. Bahkan terhadap aku pun hampir semua kewajibannya telah dia tunaikan dengan hikmah, tidak pernah sekali pun dia bersikap kasar dan berkata-kata keras padaku. Bahkan Kak Arfan terlalu lembut bagiku.

Tapi satu yang belum dia tunaikan yaitu nafkah batinku. Aku sendiri saat mendapat perlakuan darinya setiap hari yang begitu lembutnya mulai menumbuhkan rasa cintaku padanya dan membuatku perlahan-lahan melupakan masa laluku bersama Boby. Aku bahkan mulai merindukannya tatkala dia sedang tidak dirumah. Aku bahkan selalu berusaha menyenangkan hatinya dengan melakukan apa-apa yang dia anjurkannya lewat ceramah-ceramahnya pada wanita-wanita muslimah, yakni mulai memakai busana muslimah yang syar’i.

Memang dua hari setelah pernikahan kami, Kak Arfan memberiku hadiah yang diisi dalam karton besar. Semula aku mengira bahwa hadiah itu adalah alat-alat rumah tangga. Tapi setelah kubuka, ternyata isinya lima potong jubah panjang berwarna gelap, lima buah jilbab panjang sampai selutut juga berwana gelap, lima buah kaos kaki tebal panjang berwarnah hitam dan lima pasang manset berwarna gelap pula. Jujur saat membukanya aku sedikit tersinggung, sebab yang ada dalam bayanganku bahwa inilah konsekuensi menikah dengan seorang ustadz. Aku mengira bahwa dia akan memaksa aku untuk menggunakannya.Ternyata dugaanku salah sama sekali. Sebab hadiah itu tidak pernah disentuhnya atau ditanyakannya.

Kini aku mulai menggunakannya tanpa paksaan siapapun. Kukenakan busana itu agar diatahu bahwa aku mulai menganggapnya istimewa. Bahkan kebiasaannya sebelum tidur dalam mengajipun sudah mulai aku ikuti. Kadang ceramah-ceramahnya di mesjid sering aku ikuti dan aku praktekan di rumah.

Tapi satu yang belum bisa aku mengerti darinya. Entah mengapa hingga enam bulan pernikahan kami dia tidak pernah menyentuhku. Setiap masuk kamar pasti sebelum tidur, dia selalu mengawali dengan mengaji, lalu tidur di atas hamparan permadani dibawah ranjang hingga terjaga lagi di sepertiga malam, lalu melaksanakan sholat tahajud. Hingga suatu saat Kak Arfan jatuh sakit. Tubuhnya demam dan panasnya sangat tinggi. Aku sendiri bingung bagaimana cara menanganinya. Sebab Kak Arfan sendiri tidak pernah menyentuhku. Aku khawatir dia akan menolakku bila aku menawarkan jasa membantunya. Ya Allah..apa yang harus aku lakukan saat ini. Aku ingin sekali meringankan sakitnya, tapi apa yang harus saya lakukan ya Allah..

Malam itu aku tidur dalam kegelisahan. Aku tak bisa tidur mendengar hembusan nafasnya yang seolah sesak. Kudengar Kak Arfan pun sering mengigau kecil. Mungkin karena suhu panasnya yang tinggi sehingga ia selalu mengigau. Sementara malam begitu dingin, hujan sangat deras disetai angin yang bertiup kencang. Kasihan Kak Arfan, pasti dia sangat kedinginan saat ini. Perlahan aku bangun dari pembaringan dan menatapnya yang sedang tertidur pulas. Kupasangkan selimutnya yang sudah menjulur kekakinya. Ingin sekali aku merebahkan diriku di sampingnya atau sekedar mengompresnya. Tapi aku tak tahu bagaimana harus memulainya. Hingga akhirnya aku tak kuasa menahan keinginan hatiku untuk mendekatkan tanganku di dahinya untuk meraba suhu panas tubuhnya.

Tapi baru beberapa detik tanganku menyentuh kulit dahinya, Kak Arfan terbangun dan langsung duduk agak menjauh dariku sambil berujar ”Afwan dek, kau belum tidur? kenapa ada di bawah? nanti kau kedinginan? ayo naik lagi ke ranjangmu dan tidur lagi, nanti besok kau capek dan jatuh sakit?” pinta kak Arfan padaku. Hatiku miris saat mendengar semua itu. Dadaku sesak, mengapa Kak Arfan selalu dingin padaku. Apakah dia menganggap aku orang lain. Apakah di hatinya tak ada cinta sama sekali untukku. Tanpa kusadari air mataku menetes sambil menahan isak yang ingin sekali kulapkan dengan teriakan. Hingga akhirnya gemuruh di hatiku tak bisa kubendung juga.

”Afwan kak, kenapa sikapmu selama ini padaku begitu dingin? kau bahkan tak
pernah mau menyentuhku walaupun hanya sekedar menjabat tanganku? bukankah aku ini istrimu? bukankah aku telah halal buatmu? lalu mengapa kau jadikan aku sebagai patung perhiasan kamarmu? apa artinya diriku bagimu kak? apa artinya aku bagimu kak? kalau kau tidak mencintaiku lantas mengapa kau menikahiku? mengapa kak? mengapa?” Ujarku disela isak tangis yang tak bisa kutahan.

Tak ada reaksi apapun dari Kak Arfan menanggapi galaunya hatiku dalam tangis yang tersedu itu. Yang nampak adalah dia memperbaiki posisi duduknya dan melirik jam yang menempel di dinding kamar kami. Hingga akhirnya dia mendekatiku dan perlahan berujar padaku:

”Dek, jangan kau pernah bertanya pada kakak tentang perasaan ini padamu. Karena sesungguhnya kakak begitu sangat mencintaimu. Tetapi tanyakanlah semua itu pada dirimu sendiri. Apakah saat ini telah ada cinta di hatimu untuk kakak? kakak tahu dan kakak yakin pasti suatu saat kau akan bertanya mengapa sikap kaka selama ini begitu dingin padamu. Sebelumnya kakak minta maaf bila semuanya baru kakk kabarkan padamu malam ini. Kau mau tanyakan apa maksud kakak sebenarnya dengan semua ini?" ujar Kak Arfan dengan agak sedikit gugup.

“Iya tolong jelaskan pada saya Kak, mengapa kakak begitu tega melakukan ini
pada saya? tolong jelaskan Kak?” Ujarku menimpali tuturnya kak Arfan.
“Hhhhhmmm, Dek kau tahu apa itu pelacur? dan apa pekerjaan seorang pelacur? afwan dek dalam pemahaman kakak, seorang pelacur itu adalah seorang wanita penghibur yang kerjanya melayani para lelaki hidung belang untuk mendapatkan materi tanpa peduli apakah di hatinya ada cinta untuk lelaki itu atau tidak. Bahkan seorang pelacur terkadang harus meneteskan air mata mana kala dia harus melayani nafsu lelaki yang tidak dicintainya. Bahkan dia sendiri tidak merasakan kesenangan dari apa yang sedang terjadi saat itu. kakak tidak ingin hal itu terjadi padamu dek.

Kau istriku dek, betapa bejatnya kakak ketika kakak harus memaksamu melayani kakak dengan paksaan saat malam pertama pernikahan kita. Sedangkan di hatimu tak ada cinta sama sekali buat kaka. Alangkah berdosanya kakak, bila pada saat melampiaskan birahi kakak padamu malam itu, sementara yang ada dalam benakmu bukanlah kakak tetapi ada lelaki lain. Kau tahu dek, sehari sebelum pernikahan kita digelar, kakak sempat datang ke rumahmu untuk memenuhi undangan Bapakmu. Tapi begitu kakak berada di depan pintu pagar rumahmu, kaka melihat dengan mata kepala kakak sendiri kesedihanmu yang kau lampiaskan pada kekasihmu boby. Kau ungkapkan pada Boby bahwa kau tidak mencintai kakak. Kau ungkapkan pada Boby bahwa kau hanya akan mencintainya selamanya. Saat itu kakak merasa bahwa kakak telah mermpas kebahagiaanmu.

Souvenir Nikah-Souvenir Wedding


Kakak yakin bahwa kau menerima pinangan kakak itu karena terpaksa. Kakak juga mempelajari sikapmu saat di pelaminan. Begitu sedihnya hatimu saat bersanding di pelaminan bersama kakak. Lantas haruskah kakak egois dengan mengabaikan apa yang kau rasakan saat itu. Sementara tanpa memperdulikan perasaanmu, kakak menunaikan kewajiban kakak sebagai suamimu di malam pertama. Semenatara kau sendiri akan mematung dengan deraian air mata karena terpaksa melayani kakak?

Kau istriku dek, sekali lagi kau istriku. Kau tahu, kakak sangat mencintaimu. Kakak akan menunaikan semua itu manakala di hatimu telah ada cinta untuk kakak. Agar kau tidak merasa diperkosa hak-hakmu. Agar kau bisa menikmati apa yang kita lakukan bersama. Alhamdulillah apabila hari ini kau telah mencintai kaka. Kakak juga merasa bersyukur bila kau telah melupakan mantan kekasihmu itu. Beberapa hari ini kakak perhatikan kau juga telah menggunakan busana muslimah yang syar’i. Pinta kakak padamu dek, luruskan niatmu, kalau kemarin kau mengenakan busana itu untuk menyenangkan hati kakak semata. Maka sekarang luruskan niatmu, niatkan semua itu untuk Allah ta’ala selanjutnya untuk kakak.”

Mendengar semua itu, aku memeluk suamiku. Aku merasa bahwa dia adalah lelaki terbaik yang pernah kujumpai selama hidupku. Aku bahkan telah melupakan Boby. Aku merasa bahwa malam itu, aku adalah wanita yang paling bahagia di dunia. Sebab meskipun dalam keadaan sakit, untuk pertama kalinya Kak Arfan mendatangiku sebagai seorang suami. Hari-hari kami lalui dengan bahagia. Kak arfan begitu sangat kharismatik. Terkadang dia seperti seorang kakak buatku dan terkadang seperti orang tua. Darinya aku banyak belajar banyak hal. Perlahan aku mulai meluruskan niatku dengan menggunakan busana yang syar’i, semata-mata karena Allah dan untuk menyenangkan hati suamiku.

Sebulan setelah malam itu, dalam rahimku telah tumbuh benih-benih cinta kami berdua. Alhamdulillah, aku sangat bahagia bersuamikan dia. Darinya aku belajar banyak tentang agama. Hari demi hari kami lalui dengan kebahagiaan. Ternyata dia mencintaiku lebih dari apa yang aku bayangkan. Dulu aku hampir saja melakukan tindakan bodoh dengan menolak pinangannya. Aku fikir kebahagiaan itu akan berlangsung lama diantara kami, setelah lahir Abdurrahman, hasil cinta kami berdua.

Di akhir tahun 2008, Kak Arfan mengalami kecelakaan dan usianya tidak panjang. Sebab Kak Arfan meninggal dunia sehari setelah kecelakaan tersebut. Aku sangat kehilangannya. Aku seperti kehilangan penopang hidupku. Aku kehilangan kekasihku. Aku kehilangan murobbiku, aku kehilangan suamiku. Tidak pernah terbayangkan olehku bahwa kebahagiaan bersamanya begitu singkat. Yang tidak pernah aku lupakan di akhir kehidupannya Kak Arfan, dia masih sempat menasehatkan sesuatu padaku:

“Dek.. pertemuan dan perpisahan itu adalah fitrahnya kehidupan. Kalau ternyata kita berpisah besok atau lusa, kakak minta padamu Dek.., jaga Abdurrahman dengan baik. Jadikan dia sebagai mujahid yang senantiasa membela agama, senantiasa menjadi yang terbaik untuk ummat. Didik dia dengan baik Dek, jangan sia-siakan dia.

Satu permintaan kakak.., kalau suatu saat ada seorang pria yang datang melamarmu, maka pilihlah pria yang tidak hanya mencintaimu. Tetapi juga mau menerima kehadiran anak kita.

Maafkan kakak Dek.., bila selama bersamamu, ada kekurangan yang telah kakak perbuat untukmu. Senantiasalah berdoa.., kalau kita berpisah di dunia ini..Insya Allah kita akan berjumpa kembali di akhirat kelak . Kalau Allah mentakdirkan kakak yang pergi lebih dahulu meninggalkanmu, Insya Allah kakak akan senantiasa menantimu..”

Demikianlah pesan terakhir Kak Arfan sebelum keesokan harinya Kak Arfan
meninggalkan dunia ini. Hatiku sangat sedih saat itu. Aku merasa sangat kehilangan. Tetapi aku berusaha mewujudkan harapan terakhirnya, mendidik dan menjaga Abdurrahman dengan baik. Selamat jalan Kak Arfan. Aku akan selalu mengenangmu dalam setiap doa-doaku, amiin. Wasallam”

NB : Kisah Nyata dari Akhwat di Gorontalo, Sulawesi Utara