Selasa, 05 April 2016

Kisah inspiratif Belajar dari tukang bakso

Kisah inspiratif Belajar dari tukang bakso

Belajar dari tukang bakso | kali ini saya akan sedikit membagikan sepengal kisah mengenai tukang bakso yang barang kali bisa kita ambil manfaatnya. Cerita ini saya ambil dari salah satu kisah yang saya dapet di Televisi, menarik pula saya pikir untuk di ceritakan ulang. Karena yang namanya inspirasi dan ilmu, bisa kita peroleh darimana saja dan kapan saja, yang penting tinggal bagaimana kita untuk memanfaatkannya, dan mudah mudahan ini bisa menjadi inspirasi yang bisa untuk di ikuti.

Suatu ketika, di depan rumah jono ada seorang tukan bakso yang lewat. Merasa lapar, jono kemudian memanggil tukang bakso tersebut.

“Bang bang, bakso bang.. “ pangil jono kepada tukang bakso.
Selang beberapa saat, tukang bakso itu lalu hampiri tempat tinggal jono untuk memarkir grobaknya, lantas ia menyiapkan semangkuk bakso yang lalu ia mulai mengolah satu persatu bahan seperti yang telah ia kerjakan kian lebih 17 th. waktu lalu.

Singkat narasi, si jono sudah menggunakan semangkuk baksonya. Saat ini giliran ia menunaikan kewajibannya, ia mengambil langkah untuk mengantarkan piring bakso itu ke tukang bakso yang masihlah menanti di depan tempat tinggalnya.

Sambil keluarkan duit duapuluh limapuluh ribu rupiah dari dompetnya, jono membayarkan duit itu pada tukang bakso.

Lalu abang bakso terima duit itu, kemudian meletakan mangkok yang ia terima ditempat pencucian. Lantas ia keluarkan dompet untuk mengambil kembalian dari duit yang ia terimanya.

Sembari memisah milah duit, sebelumnya ia kembalikan duit ke jono ia telebih dahulu menyimpan beberapa duit yang sudah di ambilnya dari dompet ke dua kaleng yang ia sediakan di samping di tungku memasaknya. Ia memasukan ke kaleng pertama, lalu kaleng ke-2. Kemudian, ia menyerahakan duit kembalian ke pada jono.

Jono yang penasaran lantaran si tukang bakso menyimpan duit ke dua kaleng, lalu membulatkan tekad ajukan pertanyaan pada tukang bakso itu.

" Pak, bila bisa saya tau… itu kaleng apa pak? Untuk celengan atau apa pak? ” Bertanya jono penasaran.

" Ou itu dik, iya dapat di katakan celengan” jawab si tukang bakso.

“Ko ada dua pak, untuk apa pak? ” jono semakin penasaran

“Iya ada dua, dua celengan akhirat saya. ” Jawab si tukang bakso, lalu ia meneruskan dengan

“Biasanya tiap-tiap saya terima duit dari pelangan, saya senantiasa mimisahkan mana sebagai hak saya serta mana yang saya menjadikan untuk tabungan akhirat saya. “

" Sebagai hak saya, umumnya saya simpan dompet. Itu untuk keperluan saya satu hari hari, beli bahan baku untuk bikin bakso s/d hirup anak istri. "

" Celengan pertama, itu saya peruntukan untuk sodakoh. Jadi tiap-tiap dari hasil pendapatan saya, sebelumnya saya pakai untuk yang lainya saya peruntukan untuk sodakoh dulu. Dari kotak ini, tiap-tiap bln. saya bakal bongkar serta saya sumbangkan ke seputar saya. Alhamdulilah, walau sedikit setiap taun saya berserta keluarga dapat menymbang kambing untuk kurban. Walau kambing nya tak gede gede sangat "

" Celengan ke-2, saya peruntukan untuk menyempurnakan rukun islam saya. Seperti kita tau, bila kita di wajibkan untuk naik haji manfaat menyempurnakan keislaman kita. Serta biaya untuk naik haji sendiri mahal, perlu cost yang banyak. Karenanya, saya beserta istri memiliki komitment untuk menabung sedikit untuk sedikit walau akhirnya sedikit. Serta alhamdulilah, sepanjang tujubelas th. saya mengerjakannya, akhirnya cukup lumayan. Dua th. mendatang, saya beserta istri isyaalloh bakal naik haji” demikian penjelasan si tukang bakso.

Sesudah pembicaraan dengan tukang bakso tadi, si jono lalu jadi ternyuh. Bisa jadi si tukang bakso mempunyai pekerjaan yang simpel, pendidikan yang tidaklah terlalu tinggi namun ia dapat untuk berencana kehidupan jauh tambah baik. Ia bahkan juga telah pikirkan akhirat, jauh jauh hari. Ia sukses memisahkan hartanya untuk sodahkoh, untuk kebutuhan sesama, sebelumnya hartanya di belajakan.

Yang kebayakan dari kita, umumnya sodakoh adalah uang bekas, bekas dari hasil yang kita belanjakan, itupun bila masihlah ada. Nyatanya, tambah lebih mulia tukang bakso dengan rencana keuangan yang lebih masak walaupun pekerjaan simpel, dari pada kita dengan keuangan yang lebih mapan, tetapi tidak sering memikirkan untuk sodakoh atau kurban, terlebih berupaya untuk naik haji. 

sumber:http://carikost.blogspot.co.id/2014/08/pelajaran-berharga-dari-seorang-tukang-bakso.html

Senin, 04 April 2016

Kisah Motivasi Batu Ruby yang Retak

Alkisah, di sebuah kerajaan, raja memiliki sebuah batu ruby yang sangat indah. Raja sangat menyayangi, mengaguminya dan berpuas hati karena merasa memiliki sesuatu yang indah dan berharga. Saat permaisuri akan melangsungkan ulang tahunnya, raja ingin memberikan hadiah batu ruby itu kepada istri tercintanya. Tetapi saat hendak mengeluarkannya dari tempat penyimpanan, terjadi sebuah kecelakaan sehingga batu itu sedikit cacat.

Raja sangat kecewa dan bersedih. Dipanggillah para ahli batu-batu berharga untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Beberapa ahli permata telah datang ke kerajaan, tetapi mereka menyatakan tidak sanggup memperbaiki batu berharga tersebut. "Mohon ampun Baginda. Cacat di batu ini tidak mungkin bisa diperbaiki. Kami tidak sanggup mengembalikannya seperti keadaan semula."
Kemudian sang baginda memutuskan mengadakan sayembara, mengundang seluruh ahli permata di negeri itu yang mungkin waktu itu terlewatkan.
Tidak lama kemudian datanglah ke istana seorang setengah tua berbadan bongkok dan berbaju lusuh, mengaku sebagai ahli permata. Melihat penampilannya yang tidak meyakinkan, para prajurit menertawakan dia dan berusaha mengusirnya. Mendengar keributan, sang raja memerintahkan untuk menghadap. "Ampun Baginda. Mendengar kesedihan Baginda karena adanya cacat pada batu ruby kesayangan Baginda, perkenankanlah hamba untuk melihat dan mencoba memperbaikinya."
"Baiklah, niat baikmu aku kabulkan," kata baginda sambil memberikan batu tersebut.
Setelah melihat dengan saksama, sambil menghela napas, si tamu berkata, "Saya tidak bisa mengembalikan batu ini seperti keadaan semula, tetapi bila diperkenankan, saya akan membuat batu ruby retak ini menjadi lebih indah."
Walaupun sang raja meragukan, tetapi karena putus asa tidak ada yang bisa dilakukan lagi dengan batu ruby itu, raja akhirnya setuju. Maka, ahli permata itupun mulai bekerja: memotong dan menggosok.
Beberapa hari kemudian, dia menghadap raja. Dan ternyata batu permata ruby yang retak telah dia pahat menjadi bunga mawar yang sangat indah. Baginda sangat gembira, "Terima kasih rakyatku. Bunga mawar adalah bunga kesukaan permaisuri, sungguh cocok sebagai hadiah."
 
Si ahli permata pun pulang dengan gembira. Bukan karena besarnya hadiah yang dia terima, tetapi lebih dari itu. Karena dia telah membuat raja yang dicintainya berbahagia.
Netter yang luar biasa,
Di tangan seorang yang ahli, benda cacat bisa diubah menjadi lebih indah dengan cara menambah nilai lebih yang diciptakannya. Apalagi mengerjakannya dengan penuh ketulusan dan perasaan cinta untuk membahagiakan orang lain.
Saya kira demikian pula bagi manusia, tidak ada yang sempurna, selalu ada kelemahan besar ataupun kecil. Tetapi jika kita memiliki kesadaran dan tekad untuk mengubahnya, maka kita bisa mengurangi kelemahan-kelemahan yang ada sekaligus mengembangkan kelebihan-kelebihan yang kita miliki sehingga keahlian dan karakter positif akan terbangun. Dengan terciptanya perubahan-perubahan positif tentu itu merupakan kekuatan pendorong yang akan membawa kita pada kehidupan yang lebih sukses dan bernilai!

Minggu, 03 April 2016

Cerpen -Dialah SAHABAT KU SATU-SATUNYA

Kata orang persahabatan tidak mengenala namanya perbedaan, waktu, jarak, harta ataupun suku. Apapun itu, sahabat akan tetap ada. Sahabat sejati tidak akan pergi walaupun dia telah disia-siakan bahkan tidak dianggap akan arti kehadiranyya dan juga perbuatannya. Yang ada dalam benak dari seorang sahabat adalah bisa selalu ada untuk orang-ornag yang ada didekatnya, entah orang tersebut mengaanggapnya hanya sebatas teman biasa atau orang yang berarti, yang terpenting baginya bisa membantu orang-orang yang ada didekatnya.


Dan inilah kisah persahabatnku. Aku adalah seorang gadis biasa,Aku dididik sejak kecil untuk bisa menghargai orang lain, dan menolong orang lain, diajarkan tentang kelapang dadaan dan diajarkan untuk meminta pamrih pada orang lain.


hhmmm,, Nama gue Azila biasa dipanggil Zilla

Tapi aku adalah seorang yang terbiasa menyendiri, aku tak terlalu suka keramaian, aku lebih suka duduk diberanda rumah, dan mengisi hari-hariku dengan menulis. Aku sangat suka menulis, apapun itu, aku suka menulis semua apa yang ada dalam pikiranku. Hingga suatu hari aku didatangi olehseseorang yang merubah duniaku.


“Hai,, Kamu Zilla kan??” Tanya orang itu kepadaku
“iya, kamu siapa?” tanyaku sambil menatap lekat orang itu, siapa tau aku mengenalnya
“kenalin, aku Iqbaal” orang itu mengulurkan tangannya
Aku kemudian membalas uluran tangan Iqbaal, ternyata dia adalah tetangga baruku. Aku tak tau dari mana dia tau namaku  .... mungkin saja dia sudah lama mengenalku. Hah.. apapun itu aku tak terlalu peduli.

Iqbaal sering mengusikku, diam-diam dia sering muncul dari belakangku, membaca setiap baris goresan penaku yang kutulis pada kertas-kertas putih buku diaryku. Setelah selesai aku menulis barulah dia mengagetkaknku, dengan mengulang kata-kata yang aku tulis dalam diary ku.
“aku gakk suka sama orang baru itu, dia usil dan sering menggangguku” kata Iqbaal mengagetkanku
“kamu..???????"


” kataku kaget bukan main, aku merasa gakk enak
“kamu kenapa sih gakk suka sama aku, ?” Tanya Iqbaal
“mbb soalnya kamu usil” bentakku kemudian
“mbb kamu itu cewek paling aneh yang pernah aku kenal” kata Iqbaal
“maksud llo ?? gua cewe gaknormal apa??? ” kataku sambil menatap nya
“wkwkw,,,, BUKAN,, Maksud aku, kamu tuh gak kaya cewek-cewek pada umumnya” kata Iqbaal
“aku makin gag ngerti” kataku
“iya, kamu tu kenapa sih suka banget menyendiri, kenapa kamu gak mencoba mencari teman??” Tanya Iqbaal
“aku lebih suka sendiri” jawabku singkat
“kenapa, padahal aku lihat kamu itu orangnya suka menolong, tapi kenapa kamu gak punya teman” Tanya Iqbaal

Aku hanya diam, tak menjawab, hanya menunduk. Iqbaal tau kalau perkataanya sedikit menyinggungku,
“maaf ya, aku tuh gak ingin apa-apa, aku Cuma pengen kamu bisa bangkit” kata Iqbaal,, lalu dia pergi  meninggalkan ku sendiri.
Aku kemudian hanya duduk termenung, mungkin benar kata Iqbaal,,,, bagaimana aku bisa mendapatkan teman kalau aku hanya berdiam diri.?? :/

Hari berganti hari kulalui serasa aku sudah menemukan ARTI SAHABAT dalam hidupku,,, yaitu Iqbaal :-)


Dan akhirnya Iqbaal lah adalah sahabat petama yang aku punya, dia selalu ada buatku bahagia :) , dia selalu menghiburku, kini duniaku menjadi berubah. Aku pun juga selalu ada untuk Iqbaal,, "Bgiku  Iqbaal sangat penting, karena dia telah merubah warna hidupku. Dulu aku yang hanya seorang yang pendiam,,makasih Iqbaal kamu udah jadi  sahabat ku,, Aku gak tau seandainya aku gak pernah mengenal kamu , mungkin aku hanya berteman dengan pena dan diary aku,,," Zilla menulis di diary nya

Tbtb ,, ada suara tangisan dari belakang,, "aku seperti nya mengenal suara itu" Batin ku
"Zill, Gue akan jadi SAHABAT LO,,, GUE JANJI GUA GAK AKAN PERNAH NYIAIN LOH!!!!!! :-))
“iya,, pokonya kita harus jadi sahabat selamanya”
“iya, apapun yang terjadi”
Dan tak terasa kami sudah 5 tahunbersahabat, dan kini kami sama-sama SMA, awal-awal SMA kami masih sering bertemu, tapi stelah beberapa bulan SMA, kami jarang bertemu dan jarang berkomunikasi. Aku mencoba mengirim pesan pada Iqbaal, tapi tidak ada balasan. Aku merasa ada yang berubah darinya. Aku tak tau apa penyebabnya, semua pesan yang kukirim lewat sms, tak ada satupun yang dibalas.

Aku merasa ada yang kurang setelah perubahan Iqbaalkepadaku, kini tak ada lagi pesan-pesan dari Iqbaal yang kuterima. Apa benar Iqbaal telah melupakakanku,?? karena dia telah mendapat teman baru, seingatku Iqbaal itu gak pernah ingkar janji,,

Waktu hari minggu aku memutuskan untuk pergi kedanau, biasanya aku dan Iqbaal sering bermain disana. Pada saat itu aku melihat Iqbaal, tapi tak sendiri, dia bersama dengan seorang pria, aku mencoba mendekati mereka, tapi langkahku kemudian terhenti,
“gimanaa Iqbaal, apa kamu udah berhasil menjauhi Azila??” Tanya orang itu
“iya, aku udah buat dia benci sama gue juga, sekarang lo udah puaskan” kata Iqbaal
“bagus Iqbaal, kerja bagus, ini uang buat lo” orang itu memberikan uang pada Iqbaal

Aku tak mengerti apa maksud dari semua itu lalu orang itu berkata
“itu uang buat lo, dari kerja keras lo, sesuai dengan perjanjian, lo itu emang the best”

Aku tak tahan lalu aku menghampiri mereka
“IQBAAL, apa maksudnya semua ini?? jadi kamu selama ini baik sama aku,dan berpura-pura jadi sahabat aku karena uang” aku berkata sambil berlinang air mata

Iqbaal  hanya diam, lalu orang itu yang menjelaskan
“iya, betu sekali, dan Iqbaal udah berhasil melakukannya, 5 tahun yang lalu, saya dan Iqbaal membuat perjanjian dan taruhan jika Iqbaal berhasil buat kamu mau bersahabat dengan dia maka dia akAn mendapat uang”
“aku gak nyangka ya, ternyata kamu begini, dulu kamu yang bilang, bahwa sahabat itu lebih berharga dari apapun, tapi kenapa kamu justru melakukan ini sama aku” kataku sambil menangis

Aku benar-benar kecewa dan sedih, orang yang kuanggap sahabatku ternyata gak lebih dari seorang yang tak punya perasaan, dia menukar arti persahabatan ini dengan uang.
“maafin aku Zill,,, sebenarnya aku juga gak mau ngelakuin ini aku terpaksa” kata Iqbaal
“sebenarnya aku punya salah apa sih sama kamu??? sampe kamu tega kayak gini” kataku
“aku bener-bener minta maaf  Zill,, aku pada saat itu emang lagi butuh uang” kata Iqbaal
“lalu kenapa harus aku yang menjadi bahan taruhanya, lalu apa arti persahabatan kita selama ini”
“karena kamu itu orangnya super pendiam, dan susah buat diajak ngomong, makanya kamu jadiin bahan taruhan” kata teman Iqbaal tadi

"Ohh jadi kependiaman aku ini LOH BERDUA MANFAATIN BUAT UANG??' Bentakku,,


“aku sebenarnya juga mengaggapmu sahabat terbaik ku Zill, aku dua bulan ini menjauhi kamu, karena aku gag mau kamu tahu soal taruhan ini, aku gag mau menghianati persahabatan kita, gue moon maafin gue Zill” kata Iqbaal
“udah lah ya, kamu gag perlu minta maaf, makasih buat semuanya”kataku SINGKAT

Aku pulang dengan berlinangan air mata, aku gag nyangka, ternyata sekarang persahabatan bisa ditukar dengan uang, padahal aku telah benar-benar menganggap Iqbaal teman baikku. Aku pandangi gelas persahabatan kami. 5 tahun yang sangat berarti buatku, ternyata tak berarti apa-apa buat Iqbaal. Aku menagis dalam kamarku, rasa ini bahkan lebih sakit dari rasa putus dari pacar. Terdengar suara pintu kamarku diketuk-ketuk
“Zill,, gue mohon keluar dari kamar, gue mau ngomong sama lo” suara Iqbaal diluar. Aku tak menghiraukannya, rasa sakit hati ku sudah lah amat kuat tertancap dalam hatiku.
“gue tau gue salah, tapi gue terpaksa Zill, pada saat itu gue ada hutang sama orang tadi, karena buat berobat ibu gue, jadi gue terpaksa terima taruhannya “ kata Iqbaal
“tapi kenapa harus gue sih ya, kenapa?” Teriakku
“itu karena pilihan dia, aku juga gak ada maksudZill, gue akan melakukan apa ja Zill biar lo mau maafin gue” kata Iqbaal
“pergi dan jangan pernah temui aku lagi, dan jangan muncul didepan ku lagi, aku nyesel kenal kamu” teriaku.
“baik, kalau itu buat kamu maafin gue, gue akan pergi, jaga diri kamu baik-baik sih”Katanya pelan

Setellah itu,Iqbaal,,pergi... dalam hatiku sebenarnya tak rela, tapi aku juga sngat benci diperlakukan seperti ini. 3 hari setelah hari itu, aku kemudian mendengar Iqbaal  meninggal karena kecelakaan motor, aku begitu kaget. Dan aku datangi keluarganya, biar bagaimanapun, Iqbaal pernah menjadi sahabatku. Aku menghadiri pemakamannya, aku tak kuasa menahan air mataku, melihat jenasah sahabatku itu, menghilang, ditelan bumi. Tenyata Iqbaal benar-benar tak akan muncul lagi dihadapanku selamanya.
“nak, apa kamu yang namanya Azila???” ibu Iqbaal mendekatiku
“iya benar bu" kataku, sambil menghapus air mataku.

Ibu tua itu lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya, sebuah amplop putih dia ulurkan kepada ku
“saat masih dirawat dirumah sakit,Iqbaal menuliskan surat ini untukmu, padahal pada saat itu, dia sangat kesusahan untuk memegang pena saja,tapi dia bersikeras” kata ibunya aria, lau pergi
Saat dirumah, aku buka surat itu, tanganku gemetar dan air mataku mengalir dipipiku

Untuk sahabatku asih
Aku benar-benar minta maaf, aku sebenarnya gaK pernah ada maksud untuk membohongimu, aku terpaksa melakukan ini, karena butuh uang itu untuk berobat ibuku.
Mungkin saat kamu baca surat ini, aku telah berada disisi Tuhan, aku telah damai berada disampingnya, tapi Tuhan mungkin juga tak akan menerimaku, sebelum kamu memaafkan aku. Di tempat peristirahatKu yang terakhir mungkin Iqbaal hanya bisamenatapmu. Zill kamu adalah sahabat terbaik yang pernah ku miliki, lewat kamu aku telah mengenal arti persahabatan sesungguhnya. Aku benar benar minta maaf jika udah buat kamu kecewa dan sakit hati
Dan sekarang Aku juga telah memenuhi permintaanmu, untuk tidak muncul selamanya dihadapanmu, dan saat kamu membaca ini, mungkin aku telah tak ada lagi di dunia. Aku merasa waktu ku semakin dekat.
Jadi aku mohon Zil,,maafin aku. Aku ingin melihat senyummu yang tulus untuk memaafkan aku ketika aku disana nanti. Aku SAYANG kamu sahabatku. Pesanku, carilah terus teman dan sahabat, jangan berhenti, Tuhan pasti tak akan membiarkan gadis sebaik kamu sendiri.
Dari seseoran yang pernah menjadi sahabatmu dan selalu ingin menjadi sahabatmu
Iqbaal
Aku tak kuasa menahan air mataku, tak ada kata-kata yang bisa aku keluarkan. Hanya suara isak tangis. Ternyata aku salah, Iqbaal melakukan ini demi ibunya. Dan kini aku telah kehilangan seorang yang penting dalam hidupku, aku telah kehilangan sahabatku untuk selamanya. Kini semua tentang aku dan dia hanya tinggal kenangan, gelas tanda persahabatan kami, aku peluk erat-erat bersama dengan surat terakhir Iqbaal. Aku gag nyangka Iqbaal akan pergi secepat ini. Dan kini aku hanya bisa mendoakannya semoga Tuhan menempatkan Iqbaal pada tempat yang indah dan aku akan selalu memaafkannya sahabat terbaiku.

Cerpen Sedih ,,Aku Tanpa Dia

Cerpen Sedih..Yang ku lewati memanglah berat, cukup berliku, penuh sakit yang bertubi-tubi, terkadang hati mengeluh capek, fikiran tidak lagi kembali normal, menginginkan berontak semuanya yang berlangsung, luka di hati yang membekas belum terhapus tetapi dia sudah memberi lagi yang ke-2 kalinya, tanpa ada sadar meskipun pikirkan apa yang sudah berlangsung dengan waktu lalu.
Saya Grara serta saat laluku yang agak memilukan hati, menginginkan ku hapus, tetapi rasa-rasanya tinta cinta itu sangat kuat menempel. Cerita cinta yang ku jalin dahulu berbarengan Deny begitu membuatku pilu. Cerita yang tanpa ada akhir hingga saat ini, kata “PUTUS” yang keluar dari mulut Deny tidak bikin ku putus mencintainya, tidak bikin juga kami putus dalam merajut komunikasi, mulai sejak akhir jalinan kami masihlah seperti umum sama-sama perhatian serta menolong keduanya, saat dia kesepian juga saya masihlah bakal senantiasa ada, begitu juga dia yang dikerjakan terhadapku.

***
Pernah di satu hari saat musim penghujan, pulang sekolah tepatnya saya tidak dapat pulang karna hujan demikian lebat, langit merasa telah menghitam, serta saya mesti menanti angkutan bus, disitu datanglah Deny yang tanpa ada ku kira, saya tidak pernah pikirkan apa yang tengah berlangsung waktu itu. Dia selekasnya menghampiriku, menyelimuti badanku yang telah kedinginan dengan jaket yang ia gunakan, memeluk pundakku dengan samping tangan kanannya, perasaan bahagiapun ku rasakan waktu itu, begitu indahnya situasi itu apabila dirasa, serta jadi masa lalu yang demikian susah terlupakan.

***
Juga pernah di hari lagi tahunku tepatnya, ada seorang menyebutkan cinta pada ku, Tryan namanya teman sekolahku, dia selalu berupaya memperoleh cintaku, kapanpun dimana saja sinyal cintanya senantiasa mengagetkan, sewaktu itu saya menginginkan pergi sekolah di depan pintu garasi tepatnya, ku buka seperti umum, ada satu mawar putih tergeletak serta berisakan catatan “selamat lagi th. Grara” lalu sampailah saya ke sekolah segera saya menuju kelas ku, disitupun ada satu potongan kue serta mawar putih serta satu kertas cantik yang berisikan “selamat lagi th. Grara”, saya terheran-heran siapa yang lakukan ini? Walau sebenarnya terlebih dulu, pas si garasi tadi saya berpikir mawar putih itu dari Deny, namun sesudah ada mawar putih yang ke-2 rasa-rasanya aneh tidak mungkin saja Deny hingga menyimpan mawar itu ke bangku sekolah ku, beberapa terang sekolah kami tidak sama, tidak mungkin saja lah dia tau bangku di mana saya duduk untuk belajar. Lalu surprise paling akhir saya di panggil ke ruangan kepala sekolah, perasaan cemas mulai ada, ada apa saya di panggil ke kepala sekolah, saya tidak pernah miliki permasalahan dengan sekolah, tanyaku dalam hati, nyatanya mawar putih yang ketiga pas ada dibalik segi pintu ruangan kepala sekolah, fikiranku segera menyeruak, apa benar pak kepala sekolah yang lakukan semuanya?
Dibalik itu semua, datanglah Tryan dengan membawakan satu kotak hadiah rupanya, dikasilah kotak itu padaku, serta perkataan selamat lagi th. terucap dari mulutnya. Disitulah dia menyebutkan cinta yang bikin saya menganga seperti orang bodoh, saya tidak pernah pikirkan terlebih dulu, tetapi dari semuanya tidak dapat meluluhkan hatiku, karna hatiku masihlah terselimuti cinta Deny. Karna mungkin saja jengkel pada akhirnya pulang sekolah tersingkap semuanya, Tryan menghampiriku di jalan saat saya tengah menanti bus, situasi sekolah memanglah telah sepi serta ini yang mungkin saja bikin Tryan nekad, Tryan memaksa saya naik di motornya serta turut berbarengan dia, karna saya menampik keras, Tryan segera menarik tanganku, takut serta sakit rasa-rasanya, tanpa ada diduga juga datanglah Deny dari arah berlawanan yang melihatku terlihat tengah dalam kondisi tak aman, dia menghampiriku, serta berupaya melepas tanganku dari Tryan, membentak Tryan yang pada akhirnya Deny mesti berkata,
“apa maksudmu, mencekam tangan Grara seperti itu. ”
bentak Deny, saya cuma berlindung di balik punggungnya dengan rasakan ketakutan,
“bukan masalah lo, lagian lo siapa Grara? ” balik bentak Tryan
“gue pacar Grara, serta lo gak memiliki hak narik-narik dia. ”
saya kaget dengan ungkapan Deny itu, yang bikin semua jadi diam serta bikin saya keluar dari perlindungan badan Deny serta memandang tajam matanya.
namun, balik Tryan menatam tajam saya.
“jadi lo telah miliki pacar Ra, mengapa lo gak pernah katakan, sory ya gue gak pernah tau serta gue telah maksa lo. ”
dengan tampang agak lusut serta kecewa nampaknya, tanpa ada berbasa-basi lagi Tryan melesat pergi dengan motornya.
disitu saya terasa bersalah sama Tryan, nyatanya kebaikan yang saya kerjakan sudah bikin asumsi orang salah, Tryan jadi jatuh cinta dengan ku. Namun di segi lain saya terasa bahagia dengan ungkapan yang di keluarkan Deny.

***
Namun Juga pernah disuatu hari saat saya serta Deny jalan berbarengan, disebuah taman yang penuh rumput ilalang, tetapi demikian cantik, ada kursi putih yang ada untuk pengunjungnya, kami duduk di kursi putih itu, saya bertanya suatu hal ditempat yang terlebih dulu jadi saksi atas pernyataan cinta Deny.
“sebenarnya jalinan kita tuh apa si Den, pacar, rekan atau teman dekat? ”
Deny juga tidak malas untuk menjawabnya.
“hubungan kita apa ya, serta anda inginnya apa Ra? ”
“aku gatau anda nganggep saya apa, tinggal jawab saja kan? gak butuh nanya balik, kalalu pacar kita kan belum resmi anda tinggal katakan saja, Grara ingin gak jadi pacar Deny, tentu Grara jawab iya ko. ”
Deny terdiam sesaat, mungkin saja dia tidak menganggap saya bakal berbica seperti itu, namun perasaan yang menyiksa di hatiku yang memaksanya.
“kita HTS saja ya Ra. ”
“HTS tuh apa Den, apa ada di antara pacar, rekan atau teman dekat? ”
dengan muka polos ku, sesungguhnya saya telah tau apakah itu HTS Hanya saya menginginkan memperjelas maksud Deny itu.
“yaudah kita temanan saja. ”
“kenapa? ”
“carilah cowok yang tambah baik dari saya serta lupakan saya. ”

***
Kalimat yang menyedihkan, mengerut hati, serta seberusaha mungkin saja untuk menarik nafas dalam-dalam. Waktu itu saya baru tau, makna HTS nya Deny itu yaitu rekan, bermakna sampai kini saya hanya dianggep sebagai teman dia engga lebih. Perasaan Hatiku mulai berantakan, saat ini rumput ilalang yang cantik jadi saksi kembali bakal semuanya ketentuan akhir yang di buat Deny.

***
Saat ini ketentuan sudah menyadarkanku bakal semuanya yang berlangsung bakal kebaikan serta perhatian Deny, hanya untuk mengusir rasa kebosanan dia, yang belum pendapatkan pasangan yang pas untuk dia, tak tahu dari segi wanita apa yang bikin Deny betul-betul jatuh cinta dengan tulus, tetapi yang saya tau bukanlah seperti saya. Namun rasa-rasanya menginginkan ku betul-betul geram pada diriku jadi sampai kini saya juga salah mengarikan kebaikan Deny. Mesti ku lakoni hidup ke depan tanpa ada Dia yang saya sayang tetapi senantiasa jadi noda di hatiku yang tidak tau kapan bakal hilang.

TAMAT

Cerpen Cinta,,, Perttemuan yang Singkat

Cerpen Cinta Diluar hawa cukup dingin. Kelihatannya mengisyaratkan bakal turun hujan. Beberapa orang yang jalan kaki terlihat tergesa-gesa supaya tak didapati hujan. Dianra repot memperatikan kendaraan berlalu-lalang dari balik jendela cafe. Karena sangat seriusnya dia beberapa hingga tak mendengar ayahnya berdehem.
Sesaat kemudian titik-titik hujan juga akhirya turun membasahi bumi. Seseorang lelaki masuk dalam cafe. Kelihatannya dia baru pulang kerja. Pakaiannya hampir basa semuanya. Dia memilhi duduk di dekat jendela sembari nikmati panorama diluar. Sesudah pesan minum tidak berniat dianra melihat ke arahnya serta nyatanya lelaki itu juga melihat ke arahnya. Pandangan mereka berpapasan serta saat itu juga lelaki itu tersenyum pada dianra. Senyum yang manis serta pancarkan ketenangan.

Pertemuan yang demikian singkat tetapi mempunyai makna sendiri untuk dianra. Dia tak dapat lupa bakal senyum itu. Senyuman itu seolah-olah mengingatkannya pada saat lalunya yang demikian pahit. Dia mesti kehilangan orang yang begitu dia sayangi untuk selamanya. Senyum itu membayang-bayanginya sehari-hari. Senyum itu seolah-olah mengobati rasa rindunya. Tak dikirah, satu minggu lalu lelaki itu bertandang lagi ke cafenya, sama dengan saat pertama berjumpa dia tetap masih berlaku yang sama yakni tak terlepas dari senyumnya yang cantik itu. Selang sebagian menit lalu lelaki yang bernama yoga itu pada akhirnya menghampiriku serta mengajaknya bercakap, mereka berdua juga bercakap panjang lebar, orangnya baik, dewasa, sopan serta sedikit humoris. Dia yaitu menejer di satu diantara perusahaan tempat ia bekerja. Sungguh lelaki yang begitu hebat. Ayahnya yang dari tadi menatapknya dari terlalu jauh, terlihat menggeleng-geleng kepala serta sedikit tersenyum. Sadar bakal hal semacam itu pada akhirnya yoga juga mengakhiri pembicaraannya.

“sepertinya bos anda dari tadi memerhatikan kita. Bila demikian saya pamit dahulu ya. Ini kartu nama ku”. Ucapnya sembari menyodorkan kartu nama. dianra juga cuma terkikik dibuatnya. Dia tidak paham bila boss itu yaitu bapak dianra sendiri.
Satu minggu lalu yoga mengajakknya diner sesudah sekian hari berkomunikasi melalui BBM. Hari ini yaitu hari pertama untuk jalan dengannya. dianra cukup suka menerimah ajakannya. Bapak yang senantiasa di jadikannya tempat sharing sesudah ibunya telah tak ada mensupport 100%. Bapak begitu bahagia memandangnya dapat tersenyum kembali. Rasa kuatir juga berkecamuk di fikiran dianra. Takut bila yoga menegetahui keadaan yang sesungguhnya karna sampai kini dia belum tahu keadaan fisik dianra yang sesungguhnya.
“ayah saksikan yoga anak yang baik. Tentu dia dapat menerimah kekuranganmu dian”. Ucap bapak menyemangati. Hari ini kami janjian di satu restaurant. Pas jam 08. 00 dia telah ada disana lebih awal. diliat dari kejahuan dia terlihat semangat, begitu juga dengan juga dianra. Lantas dianra juga menghampirinya dengan tatapan serta senyuman yang mengisyaratkan saya siap. Namun belum pernah duduk yoga menghadirkan ekspresi muka yang tidak sama. Dia seolah-olah shock lihat kehadiran dianra yang terpincang-pincang. Tatapannya kosong serta sedikit di paksakan untuk tersenyum. Dianra yang tahu dengan pergantian ekspresinya. segera tertunduk sedih serta mengerti diri. Seolah telah terencanakan, mendadak saja ponsel yoga berdering serta cepat-cepat mengangkatnya. Kelihatannya dia siap-siap untuk beranjak pulang.
“ndra maaf saya pulang dahulu ya, ada panggilan mendadak”. ucapnya dengan tergesa-gesa serta berlalu pergi. Dianra yang melihat hal semacam itu cuma dapat diam tanpa ada mengatakan apa-apa. Air mataknya telah tak dapat tertahan lagi. Bapak yang nyatanya belum pulang sesudah mengantarkanya nyatanya mengawasi dari kejahuan. Dia lantas mengambil langkah terpincang-pincang menuju keluar. Hati dianra demikian kecewa. Ayahnya yang melihat peristiwa itu cuma dapat pasrah.

Dua th. waktu lalu dianra serta kekasihnya raka alami kecelakaan. Mobil yang mereka tumpangi disambar oleh mobil kampas pengangkut barang. Dianra serta raka terluka kronis sehinggah nyawa raka tak dapat tertolong. Dianra begitu sedih serta frustasi. Mulai sejak kecelakaan itu dia jadi cewek pincang. Berikut yang bikin yoga shock serta tak dapat menerimah kadaannya. Dianra juga tidak henti-hentinya keluarkan air mata. Cuma dengan senyum yoga rindunya pada raka dapat terobati. Saya tak inginkan jadi cewek pincang, saya menginginkan normal kembali. Ucapnya dalam hati. Ayahnya cuma dapat memeluk sembari menenangkannya.

“jangan menangis lagi nak, bapak tahu dengan perasaan anda. Walau anda tidak berhasil memperoleh cinta lagi, namun anda mesti bersukur lantaran masihlah miliki bapak. Bapak tetaplah bakal senantiasa ada di sisimu serta senantiasa ada bila anda perlu. Mungkin saja kesempatan ini anda tidak berhasil, namun yakinlah bakal ada seorang yang menerimah mu apa yang ada. Ucapnya sembari membelai rambut lurus dianra. Dianra sedikit bangkit sesudah mendengar kalimat ayahnya baru saja. Dia mulai dapat tersenyum kembali serta memandang ayahnya dengan senyum semangat. Walau cuma pertemuan singkat. Sedikitnya dari pertemuan ini dianra dapat memperoleh pelajaran bernilai serta pengalaman baru yang tidak bakal dapat dia lupakan. 

Cerpen Tak Bisakah Dia Romantis

Gerimis malam itu masih saja belum reda. Yunita tetap saja menanti berhentinya kereta api di stasiun Gambir, menunggu kepulangan Ulul yang selalu dia nantikan suara lembutnya. Dia sangat rindu pada temannya dan rindu itu dirasa amat menyekam setelah hampir satu tahun ini mereka terpisah pada jarak. Ulul berkuliah di yogyakarta sedangkan Yunita sendiri meneruskan kuliahnya di Jakarta.

Kereta api sudah berhenti dan penumpang berhuyung-huyung turun. Matanya sibuk mencari Ulul diantara kerumunan orang berlalu-lalang. Namun sayang tak dia dapati Ulul di sana. Janjinya untuk datang menemui Yunita dirasa hanya janji belaka. Kesetiaannya menunggunya di stasiun selama dua jam berlalu begitu saja. Amat dingin diarasa udara malam itu, tapi hati dialah yang lebih merasakan dingin. Mimpinya yang saat itu akan dia rasakan pelukan hangat Ulul serasa melayang jauh bersama sepinya stasiun.

        Yunita masih saja berdiri termangu. Matanya sudah basah akan air mata, menahan gejola hati yang kian membara.
        “Hai…lama ya nunggu aku” ucap seseorang lembut.
Yunita berbalik arah. Matanya melotot terkejut melihat Ulul telah berdiri di depannya seraya menunjukkan senyum manisnya. Yunita hanya tersenyum haru dan semenit kemudian dia segera merangkul Ulul, melepaskan kerindukannya pada Ulul selama ini.

        “Kamu membuatku hampir menangis Lul” ucap Yunita di sela isakan tangisnya.
        “Bukan hampir tapi emang sudah kan?” canda Ulul. Yunita memukul kecil dada Ulul. Merasa haru sekaligus bahagia. Abim hanya tertawa kecil dan mendekapku erat.
        “kita pulang yuk..” ajak Ulul.

Yunita termangu sesaat. Kecupan lembut yang begitu dia rindukan tak dia dapati saat itu. Sikap Ulul yang selau kaku tetap dia dapati meski telah satu tahun mereka  terpisah pada jarak. Ulul bukanlah tipe cowok romantis. Ulul adalah cowok tegas dan bijaksana yang tak pernah memberinya belaian lembut kecuali dengan canda dan leluconnya. Namun begitu Yunita selalu sayang dan cinta dia. Dia sendiri yakin bahwa Ulul juga mencintainya. Buktinya selama lebih tiga tahun mereka pacaran tak sekalipun Ulul menyakiti Yunita. Ulul selau membuatnya tertawa diantara nada-nada humornya. Selama mereka pacaran cuma sekali Ulul mencium Yunita ketika ia ulang tahun dan itupun juga di kening.

        “Heh..kok ngelamun sih, pulang yuk.” Kata Ulul mengagetkan Yunita. Yunita mengangguk pelan dan membiarkan Ulul menggandeng tangan Yunita. Ada yang janggal saat itu dirasakannya. Ya.. Ulul mau menggandengnya.

        Satu jam telah berlalu sia-sia. Ulul tak kunjung datang malam itu sesuai janjinya untuk menemui Yunita di taman. Yunita hanya sabar menunggu meski setiap menit malam itu dia rasakan penuh dengan rasa iri ketika melihat pasangan yang lain tengah memadu kasih. Romantis sekali. Dia jadi teringat akan kata-kata Ikfi tadi siang yang membuat perasaannya bimbang.
        “menurut ku pacaran tanpa belaian dan ciuman itu ibarat makan tanpa lauk, kurang lengkap.” Ceplos Ikfi mengomentari Yunita ketika ia menceritakan tentang sikap Ulul selama mereka pacaran. Mendengar komentar Ikfi, Yunita hanya tertunduk.
        “Coba kamu pikir selama kamu pacaran apa yang sudah Ulul kasih ke kamu. Cuma kasih sayang? Itu kurang non, apa kamu cukup puas dengan ngerasain kasih sayang itu dan apa kamu sudah pernah dapat wujud dari kasih sayang itu?”
        “maksud mu?”tanyaku tak mengerti.
        “misalnya kalau dia apel dia ngasih setangkai mawar buat kamu atau setidaknya dia mencium kening mu sebagai ungkapan dia sayang dan cinta sama kamu”
        “Ulul memang tidak pernah melakukannya Fi…” kata Yunita datar.
        “Lha terus kenapa kamu betah. Cowok nggak romantis gitu kenapa masih kamu pertahankan. Bisa makan ati tahu nggak! Boro-boro kamu dibelai, dipegang saja tidak. Menurut ku cowok seperti itu tidak bisa menghargai arti cinta. kamu benda hidup Yun, yang kadang juga ingin disentuh, tapi sayangnya kamu bego jika harus rela menyerahkan hati mu pada dia.” ucap Ikfi panjang lebar yang selalu mengiang-ngiang di telingaku.

“Apa benar kata Ikfi? Entahlah aku sendiri tak mengerti. Kadang aku sendiri sempat berfikir apa benar Ulul mencintaiku, karena selama ini Ulul tak sekalipun membelaiku ketika dia apel. Hatiku benar-benar sakit mengingat itu semua. Ulul bukanlah tipe cowok romantis yang selau kuimpikan, Ulul yang selau bersikap biasa bila bersamaku dan anehnya semua itu kujalani begitu saja selama tiga tahun lebih, bukan waktu yang singkat memang, karena itu aku selalu berusaha menepis jauh-jauh kegundahanku soal cowok romantis.”
Tapi tidak dengan malam itu. Ketidaksabaran Yunita menunggu Ulul yang molor datang membuat dia semakin yakin kalau Ulul tidak menyayanginya ataupun mencintainya. Hubungan itu hanya sebagai hubungan berstatus pacaran tapi tanpa cinta. Meskipun tiga tahun yang lalu Ulul resmi mengikrarkan cintanya pada Yunita.
        “Kamu lama ya menugguku? Maaf mobilku mogok tadi” kata Ulul menghentikan niat Yunita yang ingin meniggalkan taman saat itu juga.             
        “Tidak ada alasan lain?” Tanya Yunita sinis. Ulul menatap dia dengan janggal.
        “Kamu marah Ta?”, tanya Ulul datar.
Yunita hanya acuh tak acuh. Yunita ingin tahu bagaimana reaksi Ulul jika melihat dia marah. Yunita ingin Ulul mengerti apa yang dia iginkan, menjadi cowok romantis itulah mimpinya. Tidak seperti saat itu. Yunita dan Ulul duduk dalam jarak setengah meter. Tidak dekat dan mesra-mesraan seperti pasangan lain malam itu.
        “Ta maafin aku, tapi mobilku emang tadi mogok.”
        “Kamu kan bisa telepon atau sms aku Lul, bukan dengan cara membiarkanku menuggumu kayak gini.”
        “Aku lupa bawa Hp Ta.”, ucapnya pelan. Aku tetap tak mengindahkannya.
        “Kamu tahu tidak Lul, malam ini aku semakin yakin kalau kamu memang tidak pernah serius mencintaiku” papar Yunita tersendat.
        “Ta kenapa kamu bicara seperti itu. Apa kamu kira selama tiga tahun lebih kita pacaran aku hanya iseng saja. Aku pikir kamu bisa paham tentang aku, tapi nyatanya…”
        “Ya aku memang tidak paham tentang kamu. Kamu yang kaku dan beku bila di sampingku yang tidak pernah membelaiku dan mengucapkan kalimat-kalimat indah di telingaku. Kamu yang cuma sekali mencium dan berkata aku cinta kamu. Kamu yang tidak memberiku perhatian-perhatian romantis selama ini. Kamu..kamu Lul membuatku muak dengan semua ini”, kata Yunita dengan nada tersendat.     
Mata Yunita telah tergenang air hangat dan dia sunguh tidak sanggup lagi membendungnya.     
        “Jadi kamu pikir cinta cuma bisa diungkapkan dengan keromantisan Ta, kamu kira apa hubunga kita terjalin tanpa rasa apa-apa dariku?”, tanya Ulul.
Yunita masih terdiam bisu dalam tangisnya.
        “Ta..selama ini aku mengira kamu sudah mengerti banyak tentang aku, tapi ternyata aku salah. Kamu bukan Yunitaku yang dulu..”
        “Kamu memang salah menilai aku dan akupun juga salah menilai kamu. Menilai tentang hatimu dan tentang cintamu selama ini”
        “Perlu kamu tahu Ta aku sangat mencintaimu dan sayangnya rasa cintaku ini harus kamu tuntut dengan keromantisan”
        “Aku tidak bermaksud menuntut Lul, aku cuma ingin hubungan kita indah seperti orang lain”
        “Wujud dari keindahan itu bukan terletak pada keromantisan Ta tapi terletak pada cinta itu sendiri. Aku tidak pernah membelai dan menciummu karena aku menghormati cinta kita. Aku tidak ingin hubungan kita menjadi ternoda dengan hal-hal yang dimulai dari belaian ataupun ciuman. Aku sayang kamu dan dengan itulah aku bisa buktikan seberapa dalam aku mencintaimu”
Dada Yunita berdesir seketika. Segera dia tatap mata teduh Ulul. Disana ia dapati keteduhan cinta dan kasihnya.
        “Ta…jika kamu anggap cinta cuma bisa dinyatakan dengan sentuhan-sentuhan keromantisan itu salah. Cinta bukan cuma itu saja. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menjaga hubungan suci itu tetap suci sampai kita benar-benar terikat pada hubungan yang halal. Selama ini aku kira kamu bisa mengrti itu semua. Tapi aku salah dan untuk itu aku minta maaf jika aku tidak bisa menjadi seperti apa yang kamu mau”
        “Lul aku cuma..”, ucap Yunita tak terteruskan.
Ada rasa sesak yang keluar begitu saja di hatinya. Yunita telah melukai Ulul dan itu bisa ia lihat dari kalimat datarnya.
        “Kamu tidak salah Ta dalam hal ini. Dan sepautnya aku melepaskanmu malam ini, membiarkanmu mencari cowok romantis seperti harapanmu. Jangan kamu kira aku tidak pernah mencintaimu, karena itu membuatku terluka. Jujur selama hidaupku aku tidak pernah memikirkan gadis lain selain dirimu”
Bersaman kalimat itu Ulul berlalu meninggalkannya. Entah…kenapa bibir Yunita tak mampu mencegah langkah Ulul. Semua ia rasa bagai mimpi. Hanya dengan satu kesalahan ia buat semua berakhir dalam sekejap. Air matanyapun sudah mengalir deras. Seharusnya ia bangga memiliki Ulul yang tidak pernah neko-neko. Seharusnya aku tidak mendengarkan pendapat-pendapat Ikfi tentang cowok romantis. Seharusnya aku tidak membuat Ulul terluka saat itu.


        Kereta api di stasiun Balapan sudah berangkat dua menit setelah ia tiba di sana. Yunita berlari kesana-kemari memanggil-manggil nama Ulul dari jendela satu ke jendela lain. Namun usahanya itu tanpa hasil. Kereta api dengan perlahan telah membawa Ululnya dan juga cintanya pergi jauh. Yunita berdiri terpaku melihat kereta api yang kian menjauh. Sesalnya menumpuk. Yunita datang terlambat hingga tidak sempat mengatakan maafnya pada Ulul.
        Kini Yunita mulai sadar bahwa tidak ada yang lebih bisa membahagiakannya kecuali dengan kehadiran Ulul. Bagaimanapun dia, romantis ataupun tidak dialah orang yang benar-benar ia cintai. Kenangan-kengan indah bersamanya walau tanpa kemesraan saat itu membelainya dengan rasa yang teramat. Asanya telah pergi dan itu cuma bisa ia lakukan dengan menangis terpaku di tempatnya berdiri. Hidupnya tiada arti tanpa Ulul, dengan mencintainya apa adanya itu sudah lebih dari cukup. Tidak ada lagi tuntutan untuk dia berubah menjadi Ulul yang romantis. Rasa sesal telah membuatnya menyimpan permintaan maaf untuk Ulul.
        Sampai dadanya tersentak merasakan tangan seseorang meraih bahunya Yunita. Ia menatap tajam wajah itu. Mata teduh yang selalu membuatnya merasa damai jika didekat Ulul. Kelebutan jiwanya senantiasa menyuguhkan warna indah dalam memori dan sungguh tidak ada yang lebih romantis selain Ulul….